3 November 2018

Mengenal Bumbu Dapur: Cabe

Cabe
Cabe

Cabe, cabai, lombok (Jawa), lado (Minang), cabi (Lampung), cabi' (Belitung), rica (Manado), cili (Malaysia dan Singapura) dan beberapa sebutan khas lainnya sesuai di daerahnya adalah salah satu bumbu masak yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Contohnya di sekitar kita, harga cabe cenderung melonjak tajam pada saat-saat tertentu, biasanya menjelang hari raya Idul Fitri, terlebih saat tersebut bertepatan dengan musim hujan, huhuhuhu.

Pada tulisan kali ini aku kembali membahas tentang bumbu dapur, yaitu cabe. Cabe adalah salah satu bumbu wajib pada masakan bercita rasa pedas. Contohnya seperti di tempatku (baca: Lampung), ada istilah 'tiada hari tanpa cabe (sambal)', hehehehe. Yup, memang kenyataan di lapangannya begitu, akan hambar atau kurang lengkap rasanya jika makan tanpa ditemani sambal.

Hmm, sebetulnya ada banyak jenis cabe, akan tetapi pada tulisan kali ini aku akan fokus pada 4 jenis cabe yang paling banyak dan sering aku jumpai di pasar tradisional dan yang paling sering digunakan pada sebagai bumbu masakan di sekitarku. Keempat jenis cabe tersebut adalah cabe merah keriting, cabe hijau keriting, cabe rawit dan cabe setan.

cabe hijau keriting, cabe merah keriting, cabe rawit, cabe setan
cabe hijau keriting, cabe merah keriting, cabe rawit, cabe setan

Hmm, oke deh, berikut penjelasannya.

  1. Cabe Merah Keriting
    cabe merah keriting
    cabe merah keriting

    Yup, inilah cabe utama yang lazim digunakan pada masakan di Indonesia. Cabe merah keriting atau yang dalam Bahasa Inggris disebut chili atau chili pepper memiliki nama ilmiah Capsicum annuum L. Ciri fisiknya sesuai namanya, yaitu berwarna merah dan bentuknya keriting. Rasa yang ditawarkan adalah pedas dengan kategori standar.

    Aplikasi dalam masakan adalah dengan cara dihaluskan dengan bumbu masak lainnya, dan ada juga yang cukup diiris tipis. Satuan yang digunakan dalam resep masakan adalah per buah atau per gram. Karena rasa pedas yang ditawarkan adalah standar, maka biasanya penggunaan cabe merah keriting dalam masakan sering ditambah dengan cabe rawit atau cabe setan untuk menambah rasa pedasnya.

  2. Cabe Hijau Keriting
    cabe hijau keriting
    cabe hijau keriting

    Cabe hijau keriting sebetulnya adalah sama dengan cabe merah keriting, hanya saja dipanen lebih dulu atau pada saat warna buahnya masih berwarna hijau. Jadi nama ilmiahnya pun sama dengan cabe merah keriting, yaitu Capsicum annuum L. Rasa cabe ini kurang pedas jika dibandingkan dari cabe merah keriting dan nilai ekonomisnya (harganya) pun lebih murah daripada cabe merah keriting.

    Ada banyak menu masakan Indonesia yang menggunakan cabe hijau keriting ini, di antaranya menu masakan yang menggunakan embel-embel nama 'cabe hijau' atau 'cabe ijo', dan yang paling terkenal adalah Sambalado Ijo atau Sambal Hijau ala Minang.

    Dalam resep masakan, satuan yang digunakan adalah per buah atau per gram, sementara aplikasinya ada yang dengan cara dihaluskan dengan bumbu lainnya, atau ada juga yang diiris tipis.

  3. Cabe Rawit
    cabe rawit
    cabe rawit

    Cabe rawit memiliki nama ilmiah Capsicum frutescens. Umumnya yang sering dijumpai adalah berwarna hijau, walaupun ada juga yang berwarna merah, oranye dan kuning. Ukuran cabe rawit adalah yang paling kecil, tetapi rasanya lebih pedas dari pada cabe merah keriting. Sehingga di masyarakat sekitar lazim didengar ungkapan 'kecil-kecil cabe rawit', yang artinya walaupun kecil tetapi 'pedas' rasanya atau jika dianalogikan kepada manusia artinya walaupun berbadan kecil tetapi kemampuannya lebih menonjol atau lebih unggul.

    Di dunia barat cabe rawit dikenal dengan nama bird's eye chili pepper atau Thai pepper. Di Malaysia dan Singapura disebut dengan nama cili padi atau cili api. Sementara di Thailand disebut dengan nama phrik khi nu dan di Filipina disebut dengan nama siling labuyo.

    Dalam resep masakan biasanya cabe rawit ditambahkan sebagai bumbu masak untuk menambah rasa pedas dari penggunaan cabe merah atau cabe hijau. Contohnya dalam kuliner tradisional Nusantara seperti pecel, gado-gado atau ketoprak, cabe rawit digunakan untuk menambah rasa pedas pada porsi menu sesuai pesanan pelanggan. Oh iya, cabe rawit juga lazim dikonsumsi langsung (mentah) untuk menemani kudapan seperti gorengan.

  4. Cabe Setan
    cabe setan
    cabe setan

    Disebut cabe setan karena cabe ini rasanya yang lebih pedas dari cabe lainnya (setidaknya dari seluruh cabe pada tulisan ini). Ukurannya lebih besar dari cabe rawit dan lebih pendek dari cabe keriting, tetapi lebih gemuk. Biasanya juga tekstur kulitnya agak berkerut. Lazimnya berwarna merah dan oranye, tetapi ada juga yang berwarna kuning dan hijau.

    Sama seperti cabe rawit, cabe setan ini lazim digunakan sebagai bumbu masak untuk menambah rasa pedas pada penggunaan cabe merah, atau juga untuk menghemat penggunaan cabe merah karena rasanya yang cenderung lebih pedas dari cabe merah.

Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar