3 Agustus 2016

Sekring Dan Relay Starter Pada Honda Beat FI (K25)

Sekring Honda Beat FI (K25)
Sekring Honda Beat FI (K25)

Yup, acara iseng-iseng kali ini adalah melakukan pemeriksaan kondisi sekring (fuse) dan relay starter pada sepeda motor Honda Beat FI (K25). Kerusakan pada salah satu komponen ini akan menyebabkan sepeda motor mengalami masalah pada bagian kelistrikan atau bisa juga menyebabkan sepeda motor tidak mau dinyalakan. Terkadang masalah yang dialami sebetulnya sepele, yaitu salah satu di antara sekring atau relay starter mengalami kerusakan, tetapi analisanya malah menyasar ke komponen lainnya, hehehehe.

Oke deh, ayo kita mulai acara main montir-montirannya, hohohoho.
  1. Siapkan obeng (+), multitester, kabel dan capit/jepit buaya kecil (opsional).

    obeng (+)
    obeng (+)
    multitester
    multitester

  2. Lepas sekrup pengunci panel tutup aki atau lid battery (lihat tanda panah) dengan menggunakan obeng (+), lalu lepas panel tersebut dari tempatnya.

    panel tutup aki (lid battery)
    panel tutup aki (lid battery)
    lepas sekrup pengunci panel
    lepas sekrup pengunci panel

  3. Kemudian lepas 2 buah sekrup pengunci cover aki (lihat tanda panah) dengan menggunakan obeng (+), lalu lepas cover tersebut dari tempatnya.

    lepas sekrup cover aki
    lepas sekrup cover aki

  4. Setelah cover aki dilepas, maka akan terlihat apa saja komponen yang terletak di balik cover aki, yaitu aki, sekring (A) dan relay starter (B).

    letak sekring dan relay starter
    letak sekring dan relay starter

  5. Karena pada tulisan kali ini yang dibahas adalah sekring dan relay starter, maka kita akan fokus pada kedua jenis komponen tersebut.
    A = sekring utama (main fuse)
    B = sekring pendukung (sub fuse)
    C = sekring cadangan
    D = relay starter

    rincian komponen
    rincian komponen

  6. Pada sepeda motor Honda Beat FI (K25) terdapat 2 buah sekring, yaitu sekring utama (main fuse) yang berukuran 15 ampere (warna biru) dan sekring pendukung (hub fuse) yang berukuran 10 ampere (warna merah). Apabila salah satu atau kedua sekring ini putus/rusak, pabrikan telah menyediakan sekring cadangan yang terletak di sebelahnya. Oh iya, untuk mengetahui kondisi sekring tersebut adalah dengan cara mengujinya dengan multitester atau bisa juga dengan melihat kondisi fisiknya. Nah, sekarang coba lepas sekring tersebut dari tempatnya. Caranya cukup ditarik dengan tangan atau bisa juga dengan menggunakan tang jepit untuk melepasnya.

    A = sekring utama (main fuse) B = sekring pendukung (sub fuse)
    A = sekring utama (main fuse)
    B = sekring pendukung (sub fuse)
    sekring telah dilepas
    sekring telah dilepas

  7. Kemudian coba lihat dan perhatikan dengan seksama kondisi sekring, apakah ada tanda bekas terbakar, lalu perhatikan juga filamennya apakah masih menyambung atau sudah putus. Hmm, supaya lebih yakin coba gunakan bantuan multitester dengan melihat nilai hambatannya. Setel multitester pada mode ohm-meter, kemudian hubungkan masing-masing probe dengan kaki sekring, lalu lihat nilai pada multitester, jika pada multitester menunjukkan angka 1 maka artinya sekring putus atau rusak, sebaliknya jika multitester menunjukkan angka 0 atau di bawah angka 1 (angka 0 koma sekian) artinya sekring masih berfungsi.

    pengujian sekring dengan multitester
    pengujian sekring dengan multitester

  8. Selanjutnya kita akan memeriksa kondisi relay starter. Lepas relay tersebut dari tempatnya, caranya cukup ditarik dengan menggunakan tangan. Hmm, untuk melakukan pengujian relay kita membutuhkan tegangan 12 volt yang bisa diambil dari aki. Caranya siapkan 2 utas kabel dan capit/jepit buaya (opsional), lalu hubungkan kaki relay (A) dan (B) dengan masing-masing terminal aki, kemudian coba perhatikan apakah terdengar bunyi klik atau tekk ketika relay dihubungkan dengan aki. Jika terdengar bunyi tersebut artinya mekanisme relay masih berfungsi. Setelah itu (masih dengan posisi relay terhubung dengan aki) coba hubungkan masing-masing probe multitester dengan kaki (C) dan (D), perhatikan nilai hambatannya (mode ohm-meter), jika multitester menunjukkan angka 1 artinya relay tersebut rusak, namun jika menunjukkan angka 0 atau 0 koma sekian artinya relay masih berfungsi.

    pengujian kondisi dan fungsi relay starter
    pengujian kondisi dan fungsi relay starter

  9. Oke deh, apabila pemeriksaan kondisi sekring dan relay starter telah selesai, serta masalah sudah teratasi, maka rangkai kembali komponen-komponen tersebut seperti sedia kala.

    rangkai komponen dan rapihkan
    rangkai komponen dan rapihkan

  10. Kemudian pasang kembali cover aki pada tempatnya, lalu pasang kembali dan kencangkan 2 buah sekrup penguncinya (lihat tanda panah).

    pasang kembali cover aki
    pasang kembali cover aki

  11. Kemudian pasang kembali panel tutup aki (lid battery), lalu pasang kembali dan kencangkan sekrup penguncinya (lihat tanda panah).

    pasang kembali panel tutup aki
    pasang kembali panel tutup aki

  12. Selesai deh. ^,^

    pekerjaan selesai
    pekerjaan selesai

Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...