16 Januari 2019

Cara Mudah Ngecas Aki Kendaraan Sendiri Di Rumah

Cara Mudah Ngecas Aki Kendaraan Sendiri Di Rumah
Cara Mudah Ngecas Aki Kendaraan Sendiri Di Rumah

Salah satu kasus yang agak menyebalkan bagi pemilik kendaraan adalah masalah pada aki yang merupakan sumber daya untuk menghidupkan mesin. Pernahkah anda mengalami ketika di pagi hari anda akan berangkat bekerja tiba-tiba mesin mobil atau motor yang akan anda gunakan tidak mau dinyalakan karena akinya tekor atau kurang setrum?

Yup, memang menyebalkan sekali rasanya, apalagi ketika itu kita sedang terburu-buru, huhuhuhu. Hmm, solusi paling mudah adalah meminta tolong kepada tetangga untuk men-jumper aki dengan bantuan aki pada mobil milik tetangga atau aki cadangan (jika ada). Atau jika kita tidak ingin merepotkan tetangga bisa dengan cara pergi ke tempat jasa cas aki atau setrum aki. Atau lagi jika pasal uang tidak masalah bagi anda, bisa langsung pergi ke toko penjualan aki untuk membeli aki baru, hehehehe.

Masalah aki tekor atau aki kurang setrum ada beberapa penyebabnya, di antaranya kita lupa mematikan salah satu atau beberapa perangkat elektronik pada mobil ketika mobil akan dimatikan. Bisa juga terjadi karena kendaraan yang sudah lama tidak dinyalakan. Atau bisa juga terjadi kebocoran arus pada kendaraan anda. Ada juga yang disebabkan oleh alternator atau dinamo ampere yang mengalami kerusakan atau rangkaiannya ada yang terputus sehingga tidak bisa mengisi ulang arus ke aki ketika kendaraan sedang menyala. Dan lain sebagainya.

Apabila anda mengalami masalah aki tekor dan tidak mau merepotkan tetangga atau juga malas pergi ke jasa cas aki, solusi yang bisa anda pilih adalah dengan melakukan sendiri proses pengecasan atau penyetruman aki di rumah anda sendiri. Alat yang dibutuhkan untuk melakukan proses ini adalah charger aki. Menariknya alat ini sekarang bisa didapatkan dengan mudah dan harganya pun cukup terjangkau.

Oke deh, kebetulan salah satu kendaraan yang ada di rumah mengalami kasus aki tekor karena sudah lama tidak dinyalakan, maka tulisan ini aku jadikan sebagai laporan prakteknya, hehehehe.

Peralatan yang dibutuhkan:
Charger aki
Multitester
-  Kabel jumper (opsional)
-  Air aki (jika diperlukan)

Catatan:
Charger yang digunakan memiliki spesifikasi arus 5 ampere dan khusus untuk aki bertegangan 12 volt. Tidak terdapat fitur slow atau fast charging yang artinya besar arus tidak dapat disetel. Charger memiliki fitur otomatis yang akan berhenti ketika aki yang di-cas sudah dalam kondisi penuh.
Sementara penggunaan kabel jumper adalah opsional, dalam kasus kali ini digunakan sebagai penjepit kepala aki karena konektor bawaan charger berukuran kecil (untuk kepala aki sepeda motor).

charger aki
charger aki
multitester
multitester
kabel jumper
kabel jumper

Hal pertama yang dilakukan adalah membersihkan bagian atas pada aki dari debu dan kotoran, baik itu kepalanya (kutub + dan -) serta pada tutup lubang pengisian air aki.

Kemudian periksa volume atau ketinggian air aki. Hal ini bisa dilihat dari indikator pada bagian samping atau dinding aki. Pastikan ketinggian air aki berada di antara batas bawah (lower level) dan batas atas (upper level). Jika ketinggian air aki berada di bawah batas, isilah dengan air aki atau air destilasi. Sebagai catatan, di pasaran air aki dijual dengan kemasan bertutup warna biru.

Oh iya, apabila memiliki alat hidrometer, berat jenis air aki bisa juga sekalian diukur. Berat jenis idealnya adalah sekitar 1,25-1,27 pada suhu 20 derajat Celcius.

periksa ketinggian air aki
periksa ketinggian air aki

Setelah dilakukan pemeriksaan kondisi air aki, sekarang kita akan mulai melakukan pengecasan atau penyetruman. Skema atau rangkaiannya adalah sebagai berikut.

skema ngecas aki
skema ngecas aki
proses pengecasan aki
proses pengecasan aki

Keterangan:
A   =  sumber daya listrik (PLN)
B   =  charger
C1 =  kabel (+)
C2 =  kabel (-)
D   =  aki yang di-cas

Oh iya, selama proses pengecasan sebaiknya tutup aki dilonggarkan untuk menjaga sirkulasi.

Nah, sekarang pertanyaannya berapa lama proses pengecasan atau penyetruman ini akan berlangsung?
Hal ini dapat dihitung dengan memperhatikan ukuran aki yang di-cas, besar arus charger dan kondisi tegangan aki tersebut. Contoh pada kasus kali ini aki yang di-cas berukuran 65 Ah, besar arus charger adalah 5 ampere per jam, sementara kondisi tegangan aki bisa dikatakan kosong atau di bawah 11 volt.

Dengan data-data tersebut dapat dihitung bahwa aki tersebut akan terisi penuh setelah di-cas selama 15-16 jam. Angka tersebut diperoleh dari ukuran aki dibagi dengan besar arus charger, lalu ditambah 20%. Hmm, tetapi kita tidak perlu khawatir karena charger tersebut sudah dibekali fitur otomatis di mana akan berhenti melakukan pengecasan apabila aki sudah dalam kondisi penuh.

Yup, benar saja, setelah tegangan aki mencapai 13,8 volt, charger akan berhenti melakukan pengecasan dengan sendirinya. Waktu yang dihabiskan adalah sekitar 15 jam. Selesai deh proses pengecasan akinya, hehehehe.

Oh iya, jangan heran apabila begitu selesai di-cas voltase aki akan mengalami penurunan sampai di angka 13,0 volt, hal tersebut adalah wajar. Dan jika aki tersebut tidak atau belum langsung dipakai, voltase akan turun sampai 12,6 volt pada keesokan harinya. Nah, aki yang masih bagus akan bertahan di sekitar tegangan ini dalam waktu yang agak lama apabila tidak digunakan.

periksa tegangan aki setelah di-cas
periksa tegangan aki setelah di-cas

Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...