5 Desember 2018

1.000 Km Dengan Meditran SX Pada Yamaha Mio J

Yamaha Mio J
Yamaha Mio J

Setelah sekitar 2 bulan lamanya dari waktu ganti oli mesin terakhir, akhirnya tercapai juga 1.000 kilometer perjalanan oleh miyoje (Yamaha Mio J) yang adalah salah satu penghuni garasi di rumah. Sesuai janjiku pada tulisan sebelumnya (baca: Meditran SX Untuk Oli Mesin Yamaha Mio J), tulisan kali ini adalah review dari penggunaan oli Pertamina Meditran SX sebagai oli mesin pada miyoje tahap pertama, yaitu setelah sepeda motor tersebut menempuh jarak 1.000 kilometer.

Oh iya, sebelum menggunakan Meditran SX sepeda motor ini menggunakan Fastron Techno kemasan warna hijau dengan spesifikasi 10W-40 API SN sebagai pelumas mesinnya. Lha, itu kan oli mesin buat mobil diesel, apa bisa digunakan? Hmm, bisa kok, buktinya di miyoje sudah berjalan sekitar 1.000 kilometer, hehehehe.

odometer saat ini
odometer saat ini
odometer saat ganti oli
odometer saat ganti oli

Sebagai informasi, Meditran SX menurutku adalah oli mesin serbaguna, bisa dipakai untuk mesin diesel (solar) dan juga mesin bensin. Hal ini jika dilihat berdasarkan label API Service CH-4/SJ yang tertera pada kemasannya. kode API CH-4 adalah spesifikasi untuk mesin diesel, sementara kode API SJ adalah spesifikasi untuk mesin bensin. Dan Yamaha Mio J adalah sepeda motor jenis transmisi otomatis (matic) yang sistem pelumasan pada mesinnya terpisah dengan sistem pelumasan pada transmisinya atau lazim disebut sistem kopling kering.

Lantas bagaimana rasanya menggunakan Meditran SX dalam rentang jarak 1.000 kilometer? Hmm, menurutku dan Wulan Tomboy (sepupuku) yang juga menggunakan sepeda motor ini, sepeda motor terasa lebih berat tarikannya, terutama apabila sepeda motor masih dalam kondisi belum panas atau suhu mesin belum optimal, seperti pada pagi hari misalnya. Akan tetapi setelah suhu mesin sudah optimal atau setelah berjalan beberapa lama, tarikan atau akselerasinya baru mulai terasa nyaman. Oh iya, kondisi seperti ini bertahan sampai sekitar 800 kilometer, setelah itu perasaan tarikan atau akselarasi berat mulai berkurang.

kondisi volume oli mesin dilihat dengan dipstik
kondisi volume oli mesin dilihat dengan dipstik

Kemudian mari kita lihat bagaimana kondisi volume oli mesin setelah menempuh jarak sejauh 1.000 kilometer. Pada gambar di atas menunjukkan volume oli mesin cenderung tetap atau dengan kata lain tidak berkurang volumenya. Lalu berdasarkan hasil drop test (meneteskan oli pada tisu) terlihat bahwa kondisi oli tersebut berdasarkan warna masih dalam kondisi baik.

kondisi oli mesin dilihat dari warnanya
kondisi oli mesin dilihat dari warnanya

Yup, untuk review kali ini atau setelah pemakaian sejauh 1.000 kilometer aku rasa cukup sekian dulu, kemudian tunggu review selanjutnya setelah pemakaian sejauh 2.000 kilometer, hehehehe. ^,^

Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...