1 April 2014

Tips dan Trik Membeli Keramik

Tips dan Trik Membeli Keramik
Tips dan Trik Membeli Keramik

Saat ini penggunaan keramik sebagai alas lantai rumah adalah pilihan utama karena praktis dan ekonomis, serta bisa memberikan kesan mewah pada hunian atau rumah tinggal kesayangan anda. Oleh sebab itu, berbagai produsen keramik berlomba-lomba menyediakan bermacam jenis, corak dan model keramik untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan permintaan pasar.

Dengan berbagai pilihan produk yang tersedia di pasar tersebut malah terkadang membuat bingung konsumen ketika memilih dan akan membeli keramik untuk menghiasi rumah tinggal idamannya. Nah, berdasarkan hal tersebut, aku akan memberikan beberapa panduan atau tips dan trik dalam memilih dan membeli keramik.
  1. Tentukan jenis keramik berdasarkan tempat pemasangannya.
    Berdasarkan bidang pasangnya, keramik terdiri dari keramik lantai dan keramik dinding. Sementara untuk keramik lantai biasanya dibagi lagi berdasarkan jenis permukaannya, yaitu keramik dengan permukaan licin, kasar dan doff.

    Keramik dengan permukaan licin biasanya dipasang di dalam rumah, seperti di ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur dan teras dalam.

    Sementara keramik dengan permukaan kasar biasanya dipasang di kamar mandi, teras luar, garasi atau carport.

    Untuk keramik dengan permukaan doff adalah yang permukaannya agak kesat, di mana tidak terlalu licin dan tidak terlalu kasar juga. Biasanya keramik dengan permukaan doff dipasang di teras dalam dan dapur.

    Sementara untuk keramik dinding biasanya terdiri dari keramik dengan permukaan licin yang lazim dipasang pada dinding kamar mandi dan meja kompor (dapur). Untuk keramik dinding dengan permukaan kasar lazimnya dipasang pada dinding luar rumah, pilar dan pagar.
    .
  2. Hitung berapa dus keramik yang dibutuhkan.
    Secara umum keramik dijual per satu meter persegi dengan satuan dus yang terdiri dari beberapa keping sesuai dengan ukurannya. Jadi jika ruangan yang lantainya akan dipasang keramik berukuran 4 x 6 meter, maka jumlah keramik yang diperlukan adalah berjumlah seluas ruangan tersebut, yaitu 4 x 6 meter = 24 meter persegi atau sebanyak 24 dus.

    Oh iya, untuk mengantisipasi jika ada kesalahan atau keramik pecah/rusak ketika pemasangan, sebaiknya ketika membeli dilebihkan 1 dus sebagai cadangan.
    .
  3. Tentukan ukuran keramik berdasarkan luas ruangan.
    Keramik lantai umumnya berukuran 20x20, 25x25, 30x30, 40x40, 50x50, 60x60 dan 80x80 cm. Nah, dari pilihan ukuran tersebut sebaiknya disesuaikan dengan luas ruangan yang akan dipasang keramik. Ruangan yang besar atau luas akan lebih cocok dan sedap dipandang jika menggunakan keramik dengan ukuran yang besar juga, seperti keramik dengan 60x60 atau 80x80 cm. Dan sebaliknya, ruangan yang kecil atau agak sempit akan lebih cocok jika dipasang keramik dengan ukuran kecil juga.
    .
  4. Tentukan pilihan warna dan corak.
    Poin ini sebetulnya relatif sesuai dengan selera konsumen. Sebagai referensi, pilihan keramik dengan warna terang atau cerah akan membuat kesan ruangan menjadi terlihat lebih luas. Sementara keramik dengan corak atau motif tertentu akan membuat ruangan terlihat lebih mewah dan elegan. Atau keramik dengan pola tertentu akan membuat teras luar, garasi atau carport menjadi lebih terlihat menarik dan berwarna.
    .
  5. Tentukan merk dan kualitas produk.
    Sama dengan produk barang lainnya, keramik juga diproduksi oleh beberapa produsen yang mempunyai nilai tersendiri di mata masing-masing konsumen. Jadi dalam hal merk ini sebetulnya sangat relatif berdasarkan konsumen, hehehehe.

    Sementara untuk kualitas produk, di pasar sering dijumpai istilah keramik KW1, KW2 atau KW3. Istilah ini menunjukkan tingkatan kualitas produk dalam nama produk yang sama. Kualitas KW1 adalah yang terbaik, selanjutnya diikuti dengan KW2 dan KW3. Letak perbedaan lainnya ada pada presisi, deviasi ukuran, kemiringan permukaan dan detail corak warna. Oh iya, dari segi harga juga menentukan KW1 dihargai lebih mahal daripada KW2 dan KW3.
    .
  6. Pastikan kode produksinya sama.
    Kode produksi yang sama menunjukkan bahwa keramik tersebut dibuat dalam waktu yang sama atau bersamaan, maksudnya adonannya sama. Hal ini berhubungan dengan detail warna dan corak dari keramik tersebut. Jadi apabila dijumpai perbedaan detail warna dan corak pada keramik dengan nama produk yang sama tetapi kode produksinya berbeda, hal tersebut adalah wajar. Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut sebaiknya anda meminta produk dengan kode produksi yang sama ketika membeli.
    .
  7. Jika ada dana lebih, sekaligus beli produk penunjang lainnya
    Maksud dari poin ini adalah supaya anda tidak bolak-balik ke toko keramik, hehehehe. Contoh produk penunjang lainnya adalah semen nat, plin, kuku macan, lis, mozaik, panel, stepnosing dan sebagainya. Produk printilan seperti ini biasanya sering terlewatkan dan terkadang lupa dimasukkan ke dalam anggaran belanja.
    .
  8. Pahami layanan toko tempat membeli.
    Untuk poin yang ini sangat relatif berdasarkan toko tempat anda membeli keramik. Secara umum layanan yang dimaksud adalah berupa layanan pengiriman barang (delivery), retur dan tukar barang. Tentang kebijakan layanan ini sebaiknya anda tanyakan kepada pihak penjual (toko) dan pahami sebelum atau ketika melakukan transaksi.
    .
  9. Tanya tentang promo produk (jika ada).
    Untuk mendapatkan harga atau penawaran spesial, anda bisa langsung bertanya atau berkonsultasi dengan pihak penjual (toko), biasanya pada waktu-waktu tertentu ada promo yang menawarkan produk dengan harga khusus. Siapa tahu promo tersebut sesuai dengan rencana belanja anda, hehehehe.

Oke deh, semoga tips dan trik tentang membeli keramik yang telah aku jelaskan di atas bermanfaat untuk anda. ^,^


Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...