3 Desember 2013

Merawat Kerekan Sumur Timba

Kerekan (Katrol) Sumur Timba
Kerekan (Katrol) Sumur Timba

Hari gini masih nimba air sumur? Helloooww, hehehehe. Yup, bagi mayoritas penduduk perkotaan ketika mendengar kata sumur timba adalah suatu hal yang kuno dan ketinggalan zaman. Karena alasan keterbatasan lahan, dinilai kurang praktis dan boros tenaga (manusia), keberadaan sumur konvensional atau sumur gali sebagai sumber mata air rumahan digantikan oleh sumur bor yang dinilai lebih praktis.

Sementara ada juga rumah yang sebelumnya menggunakan sumur timba yang masih menggunakan sistem manual tenaga manusia dengan kerekan (katrol) ataupun yang cukup ditarik langsung tanpa kerekan (biasanya pada sumur yang permukaan airnya dangkal) hijrah ke sistem elektrik (menggunakan tenaga listrik) dengan menggunakan mesin pompa air, istilahnya pakai Sanyo, padahal Sanyo itu adalah nama merk pompa air, hehehehe.

Di rumahku status sumur timba adalah pilihan terakhir, di mana pilihan utamanya adalah air ledeng (air PDAM), lalu air sumur dengan mesin pompa air, kemudian baru sumur timba. Sumur timba tersebut sangat jarang dipakai, kecuali pada saat air ledeng tidak jalan dan atau pada saat mati lampu. Karena sangat jarang dipakai tersebut menyebabkan kondisi kerekan atau katrolnya kurang terawat, hal ini bisa diketahui dari kondisinya yang mulai berkarat dan menimbulkan bunyi gesekan besi beradu ketika digunakan.

sumur timba di rumah
sumur timba di rumah

Nah, pada tulisan kali ini Aku akan menceritakan tentang cara merawat kerekan atau katrol pada sumur timba tersebut. Pekerjaan ini sebetulnya sangat mudah sekali dikerjakan, hanya saja biasanya kita malas mengerjakannya, hehehehe.

Oke deh, hal pertama yang dilakukan adalah melepas kerekan tersebut dari tempatnya, biasanya kerekan tersebut hanya dicantelkan pada besi atau tiang penahannya. Oh iya, hati-hati ketika melakukannya karena kondisi lantai dan dinding di sekitar sumur biasanya licin.

kerekan (katrol) mulai berkarat
kerekan (katrol) mulai berkarat

Kemudian siapkan sikat gigi bekas, air dan gemuk (grease). Apabila ingin membongkar kerekan siapkan dua buah kunci ring atau kunci pas. Ukurannya beragam, tapi biasanya ukuran 10', 12' atau 14'. Hmm, jika karatnya sudah terlalu banyak dan kotorannya sudah mengeras atau membatu bisa menggunakan cairan penetran (contoh: WD40) untuk merontokkannya.

aneka peralatan
aneka peralatan

Kemudian bersihkan kerekan tersebut dari kotoran dan karat. Fokusnya adalah pada bagian besi as yang merupakan pusat gesekan (lihat tanda panah pada gambar di bawah). Setelah dibersihkan, lalu lumasi bagian pusat gesekan tersebut dengan gemuk atau grease. Hal ini bertujuan untuk melancarkan putaran katrol ketika digunakan, selain itu juga dapat meringankan tenaga yang dikeluarkan saat menimba karena putarannya lancar, serta juga dapat mengurangi bunyi gesekan yang ditimbulkan.

bersihkan kotoran, lalu lumasi grease
bersihkan kotoran, lalu lumasi grease
kerekan telah selesai dibersihkan
kerekan telah selesai dibersihkan

Sebelum kerekan dipasang atau dicantelkan kembali, bersihkan dan periksa kondisi tempat cantelannya (lihat tanda panah). Pastikan dalam kondisi baik dan mampu menahan beban yang akan diangkut.

cantelan kerekan
cantelan kerekan

Nah, kemudian pasang atau cantelkan kembali kerekan tersebut pada tempatnya. Selesai deh pekerjaan kita kali ini. Bersiap kembali untuk menimba air sekaligus olahraga, serta membesarkan otot tangan dan lengan, hehehehe. ^,^

siap kembali digunakan
siap kembali digunakan

Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...