1 Juli 2021

Proses Penukaran Buku Tabungan & Kartu ATM Pasca Migrasi Otomatis Dari BRI Syariah Ke Bank Syariah Indonesia (BSI)

Rekening BRI Syariah Migrasi Ke Bank Syariah Indonesia (BSI)
Rekening BRI Syariah Migrasi Ke Bank Syariah Indonesia (BSI)

Dampak dari merger 3 bank syariah milik BUMN, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah dan BRI Syariah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) pada tanggal 1 Februari 2021 adalah nasabah harus melakukan proses penukaran buku tabungan, kartu ATM dan beberapa fasilitas layanan lainnya ke Bank Syariah Indonesia (BSI). Karena aku adalah nasabah BRI Syarih (BRIS), maka aku pun terkena dampak tersebut.

Sesuai pengalamanku, sampai dengan akhir bulan Mei 2021 kartu ATM BRI Syariah milikku masih bisa digunakan untuk melakukan transaksi, seperti tarik tunai dan transfer. Nah, sampai akhirnya pada tanggal 9 Juni 2021 aku mendapat pesan singkat (SMS) dari BSI Center yang inti pesannya adalah akan dilakukan migrasi otomatis dari rekening BRI Syariah dan BNI Syariah menjadi rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) per tanggal 14 Juni 2021.

SMS pemberitahuan dari BSI Center (1)
SMS pemberitahuan dari BSI Center (1)
SMS pemberitahuan dari BSI Center (2)
SMS pemberitahuan dari BSI Center (2)

Karena per tanggal 14 Juni 2021 telah dilakukan proses migrasi rekening secara otomatis maka kartu ATM lama (baca: kartu ATM BRI Syariah atau kartu BNI Syariah) sudah tidak bisa digunakan lagi, huhuhuhu. Yup, mau tidak mau harus datang ke kantor cabang terdekat untuk melakukan penukaran kartu ATM dan buku tabungan.

Aku baru sempat ke bank (ex-BRI Syariah yang sekarang sudah menjadi BSI) pada tanggal 1 Juli 2021. Kantor cabang yang aku datangi adalah kantor cabang yang berada di Jalan Teuku Umar, Bandar Lampung atau di kantor cabang BRI Syariah lama yang biasa aku kunjungi. Oh iya, persyaratan yang mesti dibawa adalah buku tabungan, kartu ATM dan e-KTP. Hmm, sebaiknya datang ke bank ketika awal jam operasional atau sekitar jam 08.00 waktu setempat agar mendapat nomor antrian lebih awal.

Begitu sampai di bank, langsung saja menghadap petugas (kalau di bank biasanya adalah petugas security yang merangkap sebagai penyambut tamu), lalu jelaskan bahwa tujuan kita untuk melakukan penukaran buku tabungan dan kartu ATM karena migrasi, kemudian petugas akan memberikan nomor antrian sesuai layanan dan formulir yang harus diisi. Secara garis besar formulir tersebut harus kita isi dengan data-data seperti: nama, alamat, nomor HP, nomor rekening lama dan tanda tangan. Setelah itu tinggal duduk manis menunggu nomor antrian kita dipanggil oleh petugas.

Saat tiba giliran kita, petugas akan meminta buku tabungan lama, kartu ATM dan e-KTP, kemudian petugas akan bertanya sekaligus melakukan pencocokan dan verifikasi data. Petugas juga bertanya apakah kita akan menggunakan aplikasi BSI Mobile (m-banking) di smartphone kita. Jika iya, maka petugas akan melakukan proses registrasi dan kita akan diberi kode verifikasi (via SMS) untuk melakukan aktivasi BSI Mobile. Jika anda tidak mau menggunakan aplikasi BSI Mobile di smartphone anda juga tidak apa-apa kok, hehehehe.

Apabila prosesnya lancar seperti kasus yang aku alami, proses penukaran buku tabungan dan kartu ATM hanya memakan waktu sekitar 7 menit saja (di luar lama waktu antrian). Nah, selesai dari proses tersebut kita akan mendapatkan buku tabungan dan kartu ATM yang baru yang semuanya berlogo BSI (Bank Syariah Indonesia). Oh iya, pada proses ini kartu ATM lama akan diambil oleh petugas, buku tabungan lama akan dirobek dan bagian sampulnya diambil oleh petugas, sementara bagian isinya akan dikembalikan kepada kita (seperti proses penggantian buku tabungan pada umumnya).

buku tabungan dan kartu debit ATM
buku tabungan dan kartu debit ATM

Setelah mendapatkan buku tabungan dan kartu ATM yang baru, kita diarahkan ke bagian teller untuk melakukan pencatatan proses migrasi saldo di buku tabungan dan membuat nomor PIN untuk kartu ATM yang baru. Hmm, kartu ATM tersebut baru bisa digunakan setelah 1 x 24 jam setelah proses membuat nomor PIN.

Yup, sampai di sini proses penukaran buku tabungan dan kartu ATM telah selesai. Cukup mudah bukan? Yang paling penting adalah kita membawa berkas persyaratan dengan lengkap, serta datang lebih awal agar mendapat nomor antrian lebih awal juga, hehehehe.

Pada halaman sampul buku tabungan yang baru (BSI) tertera tanggal saat awal kita menjadi nasabah di bank lama (BRI Syariah atau BNI syariah) atau tanggal pembukaan nomor rekening tersebut. Berdasar hal tersebut bisa diketahui aku telah menjadi nasabah BRI Syariah selama sekitar 8 tahun, yaitu sejak tanggal 12 Juni 2013.

menjadi nasabah BRI Syariah sejak 12 Juni 2013
menjadi nasabah BRI Syariah sejak 12 Juni 2013

Hmm, berikut beberapa kenang-kenangan atau hadiah yang pernah aku dapatkan selama menjadi nasabah BRI Syariah. ^,^

kenang-kenangan selama menjadi nasabah BRI Syariah
kenang-kenangan selama menjadi nasabah BRI Syariah

Catatan:
  • Untuk melakukan transfer ke rekening Bank Syariah Indonesia (BSI), kode bank adalah 451 atau masih menggunakan kode untuk Bank Syariah Mandiri.
  • Kode swift : BSMDIDJA
  • Call center : 14040
  • Jaringan ATM : ATM BSI, Mandiri, Bersama, Prima, Link, Visa
  • Jaringan EDC : EDC Mandiri, Prima Debit, Visa

Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...