3 Agustus 2018

Merawat Engsel, Roda Dan Rel Pagar Rumah

Merawat Engsel, Roda Dan Rel Pagar Rumah
Merawat Engsel, Roda Dan Rel Pagar Rumah

Kali ini aku akan berbagi pengalaman tentang bagaimana cara merawat pagar rumah, khususnya pada bagian engsel, roda dan relnya. Hmm, sebetulnya pekerjaan ini sangat mudah dan sering dianggap sepele, hehehehe. Maka dari itu banyak pemilik dan penghuni rumah sering mengabaikannya dan baru mulai diperhatikan ketika pagar terasa sulit digerakkan, macet, berbunyi keras saat digerakkan dan ada juga yang sampai berkarat karena tidak dirawat, huhuhuhu.

Oke deh, bagian pertama adalah bagian engsel pagar. Engsel lazimnya digunakan pada pagar yang berukuran kecil, biasanya lebar pagar sekitar 1-1,5 meter dan arah geraknya ke dalam atau ke luar. Pada bagian ini sebaiknya dilumuri atau diolesi dengan gemuk atau grease atau stempet atau vaseline. Karena tidak bergerak secara terus-menerus dan tidak dalam kondisi panas yang berlebih, maka gemuk yang bisa digunakan pun tidak perlu gemuk yang khusus. Gemuk serbaguna atau multi-purpose (MP) sudah cukup memenuhi kriteria.

gemuk (grease) untuk melumasi engsel
gemuk (grease) untuk melumasi engsel

Oh iya, sebelum engsel dilumuri dengan gemuk, bersihkan terlebih dahulu daerah sekitarnya dari debu dan kotoran. Apabila sudah mulai timbul karat, bisa disemprot dengan cairan penetran (contoh: WD40) terlebih dahulu, baru kemudian dilumuri dengan gemuk secukupnya (lihat tanda panah).

lumasi engsel dengan gemuk (grease)
lumasi engsel dengan gemuk (grease)

Setelah selesai pada bagian engsel, sekarang kita beralih ke bagian roda dan rel pagar. Hmm, roda dan rel pagar biasanya terdapat pada pagar yang ukurannya lebih lebar atau sering juga disebut dengan gerbang. Biasanya digunakan sebagai pintu garasi atau car port, memiliki lebar sekitar 3-4,5 meter dengan arah gerak ke samping.

Nah, untuk bagian roda dan rel pagar ini aku lebih suka melumasinya dengan oli gardan bekas. Hmm, kenapa tidak sekalian menggunakan gemuk (grease)? Menurutku gemuk terlalu padat untuk melumasi roda dan rel pagar serta juga jatuhnya lebih boros, hehehehe. Oh iya, kenapa juga pilih oli gardan, tidak oli mesin? Oli gardan lebih kental dari pada oli mesin, dan juga oli gardan bekas cenderung lebih bersih jika dibandingkan dengan oli mesin bekas.

Oli gardan bekas umumnya hampir tidak mengalami perubahan warna dan viskositas (kekentalan), berbeda dengan oli mesin bekas yang umumnya warnanya berubah menjadi gelap atau hitam setelah digunakan. Lantas bagaimana jika tidak tersedia oli gardan? Sebagai alternatif bisa gunakan oli transmisi bekas pada mobil atau oli gearbox bekas pada sepeda motor matic. Tidak ada oli bekas juga? Hmm, pakai oli baru malah lebih bagus kok, tapi kan mubazir dan mahal, hehehehe.

oli gardan bekas dan kuas
oli gardan bekas dan kuas

Oke deh, caranya sama seperti tadi, pertama kali bersihkan dulu daerah sekitar roda dan rel dari debu dan kotoran. Setelah itu lumuri atau olesi oli pada roda dan rel pagar dengan menggunakan kuas secara merata dan secukupnya (lihat tanda panah).

lumasi rel dan roda pagar dengan oli
lumasi rel dan roda pagar dengan oli

Yup, selesai deh acara kita hari ini merawat engsel, roda dan rel pagar. Sangat mudah sekali bukan? Hehehehe. Oh iya, sebaiknya acara bersih-bersih dan lumas-melumasi ini dilakukan dalam jangka waktu sebulan sekali agar pagar rumah kita selalu dalam kondisi prima, bersih dan awet. Jadi jangan tunggu sampai terdengar bunyi yang mengganggu telinga ketika digerakkan, sulit atau terasa berat ketika digerakkan atau bahkan sampai timbul karat, hehehehe. ^,^


Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...