1 Oktober 2019

Mengajari Anak Menanam Alpukat Dari Biji

Biji Alpukat
Biji Alpukat

Acara sore hari ini adalah menemani kedua keponakanku tersayang, Ain dan Leka, bermain dan belajar tentang cara menanam tanaman alpukat dari bijinya atau bahasa kerennya menanam secara generatif. Yup, anak-anak seusia Ain dan Leka sudah bisa diberi materi seperti ini dengan tujuan agar lebih dekat dengan alam, mengenal jenis-jenis tanaman, mengenal fase atau siklus hidup tanaman, reboisasi atau penghijauan, kreativitas, disiplin, serta tanggung jawab. Nah, banyak juga kan manfaatnya, hehehehe.

Selama ini secara tidak langsung mereka (Ain dan Leka) sudah terbiasa diajarkan untuk meregenerasi tanaman dengan tidak membuang bijinya sembarangan, tetapi biji dari tanaman buah yang mereka makan dikumpulkan terlebih dahulu, lalu ditabur atau disebar pada sebidang tanah yang telah disiapkan di halaman belakang rumah. Cara seperti ini sebetulnya tidak maksimal karena persentase biji yang disebar tersebut akan tumbuh menjadi tanaman tidak terlalu sebanding.

Hmm, akan tetapi memang benar adanya seperti kata orang nun jauh di sana kalau tanah (negeri) kita adalah tanah surga, tongkat kayu dan batu pun jadi tanaman, hehehehe. Ya ada saja dari biji-biji yang disebar secara ala akadarnya tersebut tumbuh menjadi tanaman baru.

Oke deh, ayo kita belajar (berani) dan bermain kotor-kotoran, karena berani kotor itu baik, hohohoho.
  1. Siapkan biji alpukat. Pilih biji dari buah alpukat yang telah tua. Bersihkan biji dari daging buah yang masih melekat dan lepas juga kulit biji bagian luarnya.

    siapkan biji
    siapkan biji

  2. Kemudian siapkan pot sebagai tempat untuk menanam. Untuk menghemat dana bisa menggunakan kaleng bekas sebagai alternatif pot atau bisa juga menggunakan plastik bekas minyak goreng (ukuran 1-2 liter) sebagai alternatif polybag. Pada kasus kali ini digunakan kaleng bekas sebagai alternatif pot.

    siapkan pot
    siapkan pot

  3. Kemudian lubangi bagian dasar atau bawah kaleng dengan menggunakan palu dan paku. Fungsi dari lubang-lubang yang dibuat ini adalah sebagai jalur sirkulasi dan drainase.

    palu dan paku
    palu dan paku
    lubangi bagian bawah kaleng
    lubangi bagian bawah kaleng
    kaleng telah dilubangi
    kaleng telah dilubangi

  4. Siapkan tanah sebagai media tanam. Sebaiknya pilih tanah yang mengandung cukup nutrisi untuk mempercepat proses pertumbuhan tanaman.

    siapkan tanah untuk media tanam
    siapkan tanah untuk media tanam

  5. Setelah itu isi pot dengan tanah.

    isi pot dengan tanah
    isi pot dengan tanah

  6. Kemudian buat cekungan pada bagian tengah untuk tempat menanam biji, lalu taruh biji alpukat ke dalam cekungan tersebut. Oh iya, untuk kasus pada biji tanaman alpukat, bagian biji yang agak meruncing posisikan di bagian atas karena pada bagian tersebut adalah bagian bakal tubuh kecambah.
    Nah, pada kasus kali ini sebelum Aku beri tahu kepada Ain dan Leka, mereka tidak memperhatikan posisi bijinya atau main taruh saja, hehehehe. Periksa dan koreksi hal penting seperti ini sebelum biji ditutup dengan tanah.

    taruh biji ke media tanam (pot Ain)
    taruh biji ke media tanam (pot Ain)
    taruh biji ke media tanam (pot Leka)
    taruh biji ke media tanam (pot Leka)
    posisi bakal tumbuh akar dan kecambah
    posisi bakal tumbuh akar dan kecambah

  7. Lalu ratakan tanah pada pot tersebut sampai biji alpukat tertutup dengan tanah. Jangan menimbunnya terlalu dalam, yang penting asal bagian atas dari biji tersebut tertutup saja.

    ratakan tanah sampai biji tertutup tanah (pot Ain)
    ratakan tanah sampai biji tertutup tanah (pot Ain)
    ratakan tanah sampai biji tertutup tanah (pot Leka)
    ratakan tanah sampai biji tertutup tanah (pot Leka)

  8. Kemudian taruh pot tersebut di tempat yang tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung.

    taruh pot di tempat teduh
    taruh pot di tempat teduh

Nah, setelah itu tinggal menunggu sampai tunas tumbuh dari biji alpukat tersebut. Tugas Ain dan Leka selanjutnya adalah mengamati sekaligus merawat pot tersebut dengan memperhatikan kondisi dan kelembaban tanah pada pot tersebut. Hmm, kira-kira berapa lama bakal muncul tunas? Tunggu artikel berikutnya ya, hehehehe. ^,^

Artikel terkait:

5 komentar:

  1. Чтобы получать прибыль и иметь посещаемость на
    сайтах - нужно заказывать продвижение сайта.

    Выбирать исполнителя нужно тщательно и лучше опираться на его позиции и его портфолио.

    Заказать комплексное продвижение сайта просто - а получить
    результат сложно.
    Выбрав исполнителями нас,
    вы получаете профессиональные услуги по продвижению сайта.

    BalasHapus
  2. Thank you for sharing your info. I truly appreciate your efforts and I will be waiting for your further post thanks
    once again.

    BalasHapus
  3. 
    من تامین هستم که داخل طولانی اینترنت پیام
    مانند به این نبا وجود ندارد چون مطلب کامل و تام ی پیرامون این مبحث است

    BalasHapus
  4. Remarkable issues here. I am very happy to see your post.
    Thanks a lot and I'm looking ahead to touch you.
    Will you please drop me a mail?

    BalasHapus
  5. You could certainly see your expertise within the article
    you write. The world hopes for even more passionate writers like you who are not afraid to
    say how they believe. All the time follow
    your heart.

    BalasHapus

Loading...