3 Juni 2014

Beberapa Cara Memeram Buah Alpukat

Buah Alpukat
Buah Alpukat

Persea americana atau yang di sini lazim disebut dengan alpukat adalah salah satu tanaman buah yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Buah musiman ini dapat tumbuh subur dan berbuah lebat di sekitar tempatku (baca: Lampung, Indonesia). Cita rasa yang ditawarkan buah alpukat ini adalah creamy, berlemak, tekstur daging buahnya yang lembut dan sedikit manis.

Permasalahan yang lazim ditemukan di lapangan khusus buah alpukat ini adalah selain yang tidak setiap waktu tersedia di pasar karena termasuk buah musiman, buah alpukat yang biasanya dijual oleh pedagang buah tidak dalam kondisi masak atau siap untuk disantap, tetapi biasanya yang masih mengkal atau belum matang sempurna. Nah, di sini lah pengalaman si pembeli (khususnya para ibu) diuji, hehehehe. Pemilihan buah-buahan ketika membeli akan menentukan selera dan komentar warga di rumah ketika buah tersebut disajikan di rumah, hohohoho.

Hmm, sudah terlanjur membeli buah alpukat yang belum matang? Atau penasaran dan kesal kenapa itu buah alpukat sudah diperam kok lama masaknya? Hehehehe, tenang dulu, untuk buah alpukat ada beberapa metode atau cara memeramnya agar buah tersebut menjadi cepat masak. Pada proses ini kita akan mengetahui betapa unik dan ajaibnya senyawa etilen yang terdapat pada buah alpukat. Nah, metode-metode yang dilakukan pada proses pengeraman buah adalah dengan merangsang, mengumpulkan dan menjebak senyawa tersebut guna mempercepat proses pematangan buah. Oh iya, senyawa etilen ini berbentuk gas pada kondisi suhu ruangan.

Oke deh, berikut beberapa metode atau caranya.

Cara 1 (Dibenamkan dalam beras)

Yup, cara yang pertama ini adalah cara yang paling kuno dan warisan turun-temurun, hehehehe. Aku semenjak kecil sudah mengetahui metode memeram buah alpukat dengan menaruhnya di dalam karung yang berisi beras dan tempat beras (Hmm, dulu waktu Aku kecil lagi tren wadah penyimpanan beras yang bernama Cosmos, pokoknya pada waktu itu kalau ingat beras, ingat Cosmos, hahahaha). Ilmu ini Aku dapatkan dari si Mbok, hehehehe.

Caranya pun sangat mudah, buah alpukat yang belum matang tersebut dibenamkan di dalam beras, lalu dibiarkan selama 2-3 hari atau tergantung dari kondisi buah ketika akan diperam. Bagaimana cara mengetahui buah tersebut sudah matang? Hmm, ciri-cirinya adalah ketika buah ditekan dengan tangan sudah mulai lunak dan biasanya juga kulit buah alpukat yang tadinya berwarna hijau akan berubah menjadi cokelat. Kemudian coba buah tersebut digoyang-goyang atau digoncang, buah yang sudah masak akan terasa goncangan bijinya atau bijinya tidak melekat lagi dengan daging buahnya.

benamkan buah alpukat dalam beras
benamkan buah alpukat dalam beras
pastikan seluruh bagian buah terbenam
pastikan seluruh bagian buah terbenam


Cara 2 (Dibungkus dengan kertas koran)

Cara yang kedua diperlukan kertas koran atau bisa juga dengan menggunakan kantong plastik (kresek). Caranya juga cukup mudah, yaitu dengan cara membungkus buah alpukat dengan menggunakan kertas koran atau kantong plastik. Pastikan seluruh bagian buah tertutup oleh kertas koran atau kantong plastik. Kemudian taruh dan simpan di tempat yang sejuk atau bersuhu ruangan. Biarkan selama 2-3 hari atau tergantung dari kondisi buah ketika akan diperam.

siapkan kertas koran
siapkan kertas koran
bungkus buah alpukat dengan kertas koran
bungkus buah alpukat dengan kertas koran


Cara 3 (Ditusuk dengan tusuk gigi atau lidi)

Cara yang ketiga tergolong sangat unik, yaitu dengan menggunakan bantuan tusuk gigi atau lidi. Caranya adalah dengan menusukkan tusuk gigi atau lidi ke buah alpukat dari bagian atas buah atau di sekitar bagian bekas tangkai buah, lalu tusuk ke bawah secara vertikal sampai mengenai biji buah. Kemudian taruh  dan simpan di tempat sejuk atau bersuhu ruangan. Diamkan selama 2-3 hari atau tergantung dari kondisi buah ketika akan diperam.

siapkan tusuk gigi
siapkan tusuk gigi
masukkan tusuk gigi dari bagian bekas tangkai buah
masukkan tusuk gigi dari bagian bekas tangkai buah


Cara 4 (Ditambal dengan kertas tisu dan lakban)

Cara yang keempat ini agak sedikit ribet dan memerlukan modal sedikit, hehehehe. Caranya adalah dengan memotong atau membuang bagian atas buah yang berada di sekitar bagian bekas tangkai buah. Bagian yang dipotong atau dibuang cukup sedikit saja dan pastikan pisau yang digunakan untuk memotong sudah bersih dan steril.

Setelah dipotong, lalu tambal pada bagian yang dipotong tersebut dengan kertas tisu, pastikan bagian yang terpotong tertutup semua dengan kertas tisu. Kemudian lapisi lagi bagian tersebut dengan lakban atau isolasi. Setelah itu taruh dan simpan di tempat sejuk atau bersuhu ruangan. Biarkan selama 2-3 hari atau tergantung dari kondisi buah ketika akan diperam.

siapkan kertas tisu, lakban dan pisau
siapkan kertas tisu, lakban dan pisau
potong dan buang bagian atas buah
potong dan buang bagian atas buah
tutup dengan kertas tisu, lalu dilakban
tutup dengan kertas tisu, lalu dilakban


Anda pilih cara yang mana? Hehehehe. Kalau Aku sih seringnya pakai cara pertama yang kuno karena menurutku paling simple dan tidak perlu keluar modal, hahahaha. Oh iya, cara 2, 3 dan 4 bisa juga dikombinasikan dengan cara pertama lho, misalnya pakai cara yang ketiga yaitu dengan ditusuk pakai tusuk gigi, lalu masukkan buah alpukat yang sudah ditusuk tersebut ke dalam beras. ^,^

cara 1
cara 1
cara 2, 3 dan 4
cara 2, 3 dan 4

Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...