June 20, 2018

9.000 Kilometer Fastron Techno Untuk Oli Transmisi (Gearbox) Yamaha Mio J

Fastron Techno Untuk Oli Transmisi (Gearbox) Yamaha Mio J
Fastron Techno Untuk Oli Transmisi (Gearbox) Yamaha Mio J

Oli mesin (untuk mobil bermesin bahan bakar bensin - PCMO) digunakan untuk oli gearbox atau oli transmisi sepeda motor matic? Apa bisa? Hmm, pada tulisan ini aku akan me-review secara sekilas dan secara pengguna awam penggunaan oli tersebut pada sepeda motor yang menjadi salah satu penghuni garasi di rumahku, yaitu Yamaha Mio J (54P) produksi tahun 2012.

Oli yang digunakan adalah Fastron Techno SAE 10W-40 API SN produksi Pertamina, di mana oli ini juga digunakan sebagai oli mesin pada sepeda motor tersebut. Hmm, imho pilihan ini bisa disebut pilihan hemat dan tepat. Aku sebut hemat karena tidak perlu mengeluarkan biaya khusus untuk membeli oli transmisi. Jadi cukup dengan membeli satu kemasan Fastron Techno, kita sudah membeli oli mesin dan oli transmisi, hemat tho?

Hitungan detailnya adalah kemasan 1 liter dibagi untuk oli mesin sebanyak 740 ml dan untuk oli transmisi sebanyak 140 ml. Nah, masih sisa sekitar 120 ml tho? Hmm, bisa disimpan untuk cadangan oli mesin apabila oli mesin menguap atau berkurang setelah menempuh jarak tertentu, hehehehe. Hmm, kasus oli mesin menguap biasanya sih dialami setelah menempuh perjalanan jauh dalam satu waktu perjalanan atau pada jeroan mesin ada yang sudah aus atau ada celah-celah yang tidak rapat.

Fastron Techno 10W-40 API SN
Fastron Techno 10W-40 API SN

Kemudian juga aku sebut pilihan tepat karena selama digunakan tidak ada masalah di sekitar pelumasan transmisi. Oh iya, masa penggunaan adalah sekitar 9.000 kilometer, sesuai dengan anjuran jarak tempuh di buku panduan pengguna. Dan karena akhir-akhir ini sepeda motor tersebut adalah motor pajangan atau jarang keluar jauh, jarak tempuh 9.000 kilometer dilalui selama sekitar 18 bulan atau 1,5 tahun (Oktober 2016 - April 2018).

Lantas bagaimana penampakan oli setelah digunakan untuk pelumasan transmisi selama 9.000 kilometer? Tarraaa, berikut penampakannya.

penampakan oli bekas (1)
penampakan oli bekas (1)
penampakan oli bekas (2)
penampakan oli bekas (2)

Hmm, secara tampilan dan volume nyaris tidak ada perubahan, hanya aroma olinya saja yang berubah, hehehehe. Yup, secara tampilan warna oli masih sama dengan warna oli baru dan volumenya juga bisa disebut tidak berkurang alias tetap. Sebagai informasi, pada pelumasan transmisi yang baik memang sepatutnya warna oli dan volume oli adalah tetap, berbeda dengan oli mesin yang setelah digunakan akan berwarna gelap atau hitam pekat.

Kasus di lapangan pernah dijumpai kasus oli transmisi berubah warna menjadi seperti warna kopi susu atau susu cokelat. Hmm, kasus seperti ini biasanya terjadi karena oli transmisi terkontaminasi atau bercampur dengan air. Lantas dari mana datangnya air tersebut? Yup, biasanya air masuk dari celah-celah yang longgar di sekitar bagian transmisi atau setelah sepeda motor dipaksakan melewati daerah banjir atau genangan air yang agak dalam.

Kemudian dijumpai juga kasus oli transmisi berkurang, kalau yang satu ini biasanya disebabkan adanya kebocoran atau celah-celah yang terlalu longgar di sekitar bagian transmisi tersebut. Lalu yang paling sering ditemui adalah terdapat gram-gram atau serpihan kotoran pada oli transmisi. Nah, kalau kasus yang ini adalah karena ada komponen pada transmisi yang mengalami keausan atau pengikisan. Hal ini biasanya disebabkan oleh pemakaian oli transmisi yang terlalu lama atau melewati batas pakai, serta bisa juga disebabkan oleh kesalahan pemilihan oli transmisi yang tidak sesuai spesifikasi atau tidak sesuai anjuran.

Nah, kesimpulan dari pada tulisan ini adalah oli Pertamina Fastron Techno SAE 10W-40 API SN bisa dan aman digunakan untuk pelumasan transmisi (gearbox) pada sepeda motor Yamaha Mio J (54P). Pilihan tepat, pilihan hemat, sepeda motor sehat. ^,^

Yamaha Mio J
Yamaha Mio J

Artikel terkait:

No comments:

Post a Comment