September 12, 2016

Jalan Alternatif: Negeri Sakti - Natar

Jalan Alternatif: Negeri Sakti - Natar
Jalan Alternatif: Negeri Sakti - Natar

Yup, kali ini aku akan memberi tahu salah satu jalan alternatif yang bisa dilalui oleh kendaraan apabila ingin menempuh perjalanan dari daerah Negeri Sakti atau Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran (Jalan Lintas Barat Sumatera) menuju ke daerah Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Jalan Lintas Sumatera).

Jalan alternatif ini sebenarnya sudah lama aku ketahui dan aku juga sering melintasi jalan alternatif ini ketika menjemput Mbak Mila di Bandara Raden Inten II (Branti) apabila aku memulai perjalanan dari Gading Rejo (Rumah Mbak Mila) atau dari Wonosobo (Rumah Si Mbok), terutama jika jalur utama sedang ramai dan padat.

Jalan alternatif sepanjang kurang lebih 6 kilometer ini dimulai dari Negeri Sakti, Pesawaran. Yang perlu diperhatikan adalah ketika mulai memasuki daerah Negeri Sakti (dari arah Gedong Tataan atau Pringsewu) perhatikan papan petunjuk jalan yang menginformasikan 'KEMILING, BANDAR LAMPUNG, TERUS' atau 'NATAR, BELOK KIRI' (lihat gambar paling atas di artikel ini), perlahankan laju kendaraan anda dan ketika ada tikungan ke kanan (beberapa meter dari masjid), belok dan masuklah ke kiri, ke jalan yang lebih kecil (lihat tanda panah pada gambar di bawah).

masuk ke jalan alternatif
masuk ke jalan alternatif

Karena namanya jalan alternatif atau jalan tembus, jalan ini lebih sempit dan lebih kecil, hanya muat untuk dua mobil kecil, dan itu juga kalau kebetulan berpapasan di area yang kondisi jalannya baik. Menurut perhitunganku kondisi jalan alternatif ini secara umum sekitar 65% dalam kondisi baik dan masih bisa ditempuh dengan kecepatan sekitar 40-50 kilometer per jam. Untuk mobil kecil dengan ground clearance rendah seperti Daihatsu Sirion masih bisa melewati jalan alternatif ini.

kondisi jalan alternatif (1)
kondisi jalan alternatif (1)
kondisi jalan alternatif (2)
kondisi jalan alternatif (2)
kondisi jalan alternatif (3)
kondisi jalan alternatif (3)

Sekitar 10 menit perjalanan, akhirnya kita akan menjumpai ujung jalan alteratif ini yang bermuara di Jalan Raya Natar atau Jalan Lintas Sumatera. Apabila anda belum hafal atau baru sekali-dua kali melintas atau bahkan belum pernah melintas di jalan alternatif ini, tanda jalan alternatif ini akan berakhir adalah dengan adanya penampakan sutet yang berdiri dan berjejer dekat dengan Jalan Raya Natar.

penampakan sutet menandakan sudah dekat dengan Jalan Raya Natar
penampakan sutet menandakan sudah dekat dengan Jalan Raya Natar
kondisi jalan alternatif (4)
kondisi jalan alternatif (4)

Di ujung jalan alternatif ini ada gapura yang bertuliskan 'SELAMAT JALAN'. Nah, sampai di sini anda bisa belok kiri apabila ingin meneruskan perjalanan ke arah Pasar Natar atau ke Bandara Raden Inten II (Branti) atau belok ke kanan apabila ingin meneruskan perjalanan ke arah Bandar Lampung.

di ujung jalan alternatif (akses ke Jalan Raya Natar)
di ujung jalan alternatif (akses ke Jalan Raya Natar)
memasuki Jalan Raya Natar (Jalan Lintas Sumatera)
memasuki Jalan Raya Natar (Jalan Lintas Sumatera)

Hmm, kalau aku sih biasanya belok ke arah kiri, karena biasanya kalau melintasi jalan alternatif ini tujuanku adalah ke Bandara Raden Inten II (Branti) untuk mengantar atau menjemput Mbak Mila, Ain, Leka, Njo ataupun Si Mbok. ^,^

Jalan Raya Natar di sekitar fly-over Pasar Natar
Jalan Raya Natar di sekitar fly-over Pasar Natar

Catatan:
  • Aku sarankan melintas di jalan alternatif ini pada waktu siang sampai sore, jangan terlalu pagi atau jangan terlalu sore karena sebagian jalan melewati perkebunan warga yang agak sepi, terutama apabila mengendarai sepeda motor sendirian.
  • Siapkan uang receh apabila anda mengendarai mobil karena di ujung jalan alternatif dan kebetulan anda akan belok ke arah kanan biasanya ada 'pak ogah' yang akan membantu anda untuk masuk atau keluar jalur utama.

2 comments: