31 Juli 2019

Memasang Gorden Smoke Ring Minimalis

Gorden Smoke Ring Minimalis
Gorden Smoke Ring Minimalis

Yup, acara iseng-iseng kali ini adalah mengganti gorden yang ada di ruang tamu rumahku. Hmm, entah sudah berapa tahun lamanya gorden lama (gorden sebelumnya) telah menghiasi ruang tamu tersebut, kalau dilihat dari modelnya (yang masih menggunakan batang gorden model rel) sepertinya sudah lebih dari sekitar 15 tahun, hehehehe.

Saat ini ada banyak pilihan model gorden yang bisa dipasang untuk menghiasi ruang tamu, dari yang model simple minimalis sampai yang model elegan, mewah nan ribet. Aku juga kemarin sampai bingung memilihnya ketika sedang berada di toko gorden, hohohoho. Hmm, berhubung aku termasuk orang yang simple atau sederhana, pilihanku jatuh pada gorden yang model minimalis. Selain mudah dalam hal instalasinya, gorden model minimalis juga lebih mudah dalam perawatannya, hehehehe.

gorden lama
gorden lama

Gorden smoke ring, model gorden apa lagi itu? Yup, smoke ring mengacu pada sistem pemasangan kain gorden pada batang gorden. Pada model smoke ring menggunakan alat seperti lubang cincin (ring) yang dijahit menyatu pada kain gorden, nah kain gorden kemudian dipasang ke batang gorden melalui lubang-lubang smoke ring tersebut. Model ini hampir sama dengan model ring (cincin), hanya bedanya kalau model ring (cincin) tidak dijahit menyatu dengan kain gorden dan masih menggunakan klip pengait atau penjepit. Oh iya, selain model ring dan smoke ring, ada juga model rel (track) dan model tab top. Hmm, pada lain kesempatan akan aku coba jelaskan pasal ini, hehehehe.

Kemudian jenis gorden yang aku pilih ini juga disebut model blackout yang maksudnya tidak tembus cahaya. Selain model blackout, ada juga istilah model semi blackout dan vitrage (vitrase). Hmm, kalau pasal ini mengacu pada kemampuan dari kain gorden dalam mengatur cahaya yang masuk dan keluar. Pada lain kesempatan akan aku coba jelaskan secara lebih lengkap, hohohoho.

Oh iya, dari set gorden lama (gorden sebelumnya) yang masih aku gunakan adalah bagian vitrage (vitrase), jadi bagian tersebut tidak aku bongkar.

Bahan-bahan:
- kain gorden (kain gorden utama dan poni pintu)
- bracket (kaki batang gorden)
- batang gorden
- end cup (penutup batang gorden)
- hook (cantelan tali gorden)
- tassel (tali gorden)

bahan-bahan
bahan-bahan
kain gorden
kain gorden
A = kain gorden utama, B = poni pintu, C = vitrage (vitrase)
A = kain gorden utama, B = poni pintu, C = vitrage (vitrase)
A = bracket, B = batang gorden, C = end cup
A = bracket, B = batang gorden, C = end cup
bracket (kaki batang gorden)
bracket (kaki batang gorden)
batang gorden
batang gorden
end cup
end cup
hook
hook
tassel
tassel

Peralatan yang diperlukan kali ini adalah:
- obeng
- bor listrik (mata ukuran 6')
- palu
- paku
- pensil atau spidol
- meteran atau penggaris

Sementara untuk bahan tambahan adalah fischer S6 dan sekrup, jumlah sesuaikan dengan total lubang pada semua bracket (kaki batang gorden).

aneka peralatan
aneka peralatan

Hmm, apabila semua bahan dan peralatan telah siap, ayo kita mulai acara memasang gordennya, hehehehe.
  1. Hal pertama yang dilakukan adalah menentukan titik letak untuk memasang atau menempelkan bracket (kaki batang gorden) ke dinding. Yang perlu diperhatikan adalah tinggi kain gorden yang akan dipasang. Hmm, untuk bagian bawah kain gorden atau jarak dari kain gorden ke lantai sesuaikan dengan selera anda. Pada kasus kali ini aku memberinya jarak sekitar 1 jengkal dari permukaan lantai.
    Sementara untuk lebarnya atau panjang batang gorden biasanya dilebihkan sekitar 5-10 cm dari sisi luar kusen atau tergantung area yang tersisa apabila letaknya di sudut (bidang L).

    titik letak bracket (1)
    titik letak bracket (1)
    titik letak bracket (2)
    titik letak bracket (2)

  2. Kemudian adalah memasang bracket atau kaki batang gorden ke dinding. Pada kasus kali ini digunakan fischer dan sekrup untuk memasang atau menempelkan bracket ke dinding. Jadi pada langkah ini kita membutuhkan bor listrik untuk membuat lubang tanam fischer.
    Setelah itu, tanam fischer pada lubang yang telah dibuat, lalu tempatkan bracket, kemudian pasang sekrup pengunci dengan menggunakan obeng (+).

    memasang bracket
    memasang bracket

  3. Setelah proses pemasangan bracket selesai, kemudian siapkan salah satu batang gorden, lalu pasang end cup di salah satu ujungnya. Caranya cukup mudah, hanya dipasang dan ditekan sedikit menggunakan tangan.

    memasang end cup ke batang gorden (1)
    memasang end cup ke batang gorden (1)
    memasang end cup ke batang gorden (2)
    memasang end cup ke batang gorden (2)

  4. Kemudian siapkan kain gorden. Perhatikan di bagian atas sisi sebelah dalam, di antara dua lubang smoke ring. Nah, di situ terdapat beberapa klip pengait yang (biasanya) terbuat dari plastik. Kaitkan atau hubungkan klip pengait tersebut.

    pasang pengait smoke ring
    pasang pengait smoke ring

  5. Kemudian pasang kain gorden ke batang gorden melalui lubang smoke ring. Caranya diselang-seling atau supaya lebih mudah memasangnya kain gorden dilipat sesuai urutannya terlebih dahulu, baru kemudian dipasang ke batang gorden. Nah, setelah kain gorden dipasang ke batang gorden, lalu pasang end cup pada ujung batang gorden.

    pasang kain gorden ke batang gorden
    pasang kain gorden ke batang gorden
    kain gorden telah dipasang ke batang gorden
    kain gorden telah dipasang ke batang gorden
    pasang end cup
    pasang end cup

  6. Kemudian taruh batang gorden yang telah terpasang kain gorden ke bracket (lihat panah A). Setelah tepasang dengan benar dan pas, lalu kencangkan kuncinya (lihat panah B) dengan cara memutarnya searah jarum jam, cukup menggunakan tangan.

    pasang batang gorden ke bracket
    pasang batang gorden ke bracket

  7. Hmm, langkah ini adalah opsional atau dalam artian boleh diikuti atau tidak, hehehehe. Tujuannya adalah untuk menyembunyikan bracket agar tidak kelihatan dan juga agar kain gorden dapat lebih menjangkau end cup. Caranya adalah dengan melepas end cup terlebih dahulu, lalu kendurkan pengunci batang gorden pada bracket, kemudian keluarkan sementara atau angkat sedikit batang gorden dari bracket, lalu tarik kain gorden lebih ke ujung batang gorden. Kemudian pasang atau taruh kembali batang gorden ke bracket dengan lekukan ujung kain gorden menutup bracket. Setelah itu kencangkan kembali pengunci batang gorden pada bracket, kemudian pasang kembali end cup. Lakukan hal yang sama pada sisi ujung yang lainnya.

    ujung kain gorden menutup bracket
    ujung kain gorden menutup bracket
    pasang kembali end cup
    pasang kembali end cup

  8. Langkah selanjutnya adalah memasang hook atau cantelan untuk tassel (tali gorden). Letaknya adalah di kedua sisi luar gorden, sementara untuk tingginya biasanya ditempatkan di tengah-tengah dari tinggi gorden. Untuk pemasangan sekrup penguncinya adalah cukup menggunakan obeng jika ditempatkan pada kusen kayu, namun apabila ditempatkan di dinding sebaiknya ditambah dengan fischer sebagai tempat tanam sekrup.

    titik letak hook
    titik letak hook
    letak sekrup pengunci hook
    letak sekrup pengunci hook

  9. Kemudian pasang atau cantelkan tassel atau tali pengikat kain gorden pada hook.

    pasang tassel ke hook
    pasang tassel ke hook

  10. Hmm, langkah ini adalah opsional atau tambahan karena pada hook yang dipasang di sisi dekat pintu ternyata menghalangi ruang gerak pintu. Jadi terpaksa deh salah satu kaki hook yang menghalangi pintu tersebut dipotong agar pintu dapat bergerak bebas.

    memotong salah satu kaki hook
    memotong salah satu kaki hook

  11. Tarraaa, selesai deh pekerjaan iseng-iseng kita hari ini. Oh iya, seperti di bawah inilah tampilan akhirnya. ^,^

    tampilan 1
    tampilan 1
    tampilan 2
    tampilan 2
    tampilan 3
    tampilan 3
    tampilan 4
    tampilan 4

Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...