A : "Mama Ka, tanaman wijaya kusuma yang tumbuh di samping itu ada buahnya lho."
B : "Oh iya?"
A : "Iya, Mama Ka. Buahnya mirip kayak bawang merah."
B : "Hmm, ayo kita lihat."
Itulah penggalan dialog antara aku dan Leka pada waktu sore tadi. Leka mengabarkan kepadaku bahwa tanaman wijaya kusuma yang ditanam di halaman samping rumahku berbuah. Hmm, kasus ini termasuk kejadian langka di rumahku, pasalnya seingatku tanaman ini belum pernah sekalipun berbuah, tetapi kalau berbunga cukup sering terjadi, hohohoho.
Ternyata benar yang dikatakan oleh Leka bahwa tanaman wijaya kusuma tersebut ada buahnya. Secara sekilas buah tersebut terlihat seperti bawang merah, hanya saja warnanya tampak lebih muda seperti warna buah naga.
Jika diperhatikan dengan seksama, buah tersebut posisinya terletak di pangkal bunga yang telah layu. Sebelum menjadi buah harus terjadi proses penyerbukan antara benang sari dan putik pada saat bunga mekar. Nah, proses penyerbukan inilah yang relatif jarang terjadi pada tanaman ini sehingga biasanya yang sering terjadi adalah bunga langsung layu begitu saja setelah mekar, huhuhuhu.
Oh iya, tanaman wijaya kusuma yang berbuah ini adalah jenis hibrida yang ukuran bunganya lebih kecil dan bunganya mekar pada pagi atau siang hari. Di rumahku tanaman wijaya kusuma jenis hibrida ini memang sering luput dari perhatian walaupun frekuensi berbunganya lebih sering. Kami lebih tertarik dengan wijaya kusuma yang bunganya berukuran lebih besar dan waktu mekarnya di malam hari, hehehehe.
Yup, kejadian ini merupakan suatu pengalaman bagiku dan juga Leka karena kami dapat melihat secara langsung penampakan buah dari tanaman wijaya kusuma jenis hibrida. Hmm, semoga di masa mendatang kami dapat melihat buah dari tanaman wijaya kusuma yang ukuran bunganya lebih besar (Epiphyllum oxypetalum), Aamiin. ^,^
Tonton video-nya di sini:
Artikel terkait:




Tidak ada komentar:
Posting Komentar