August 30, 2017

Fun Driving: Parkir Paralel

Fun Driving: Parkir Paralel
Fun Driving: Parkir Paralel

Pada tulisan kali ini aku akan sedikit menjelaskan dan berbagi pengalaman tentang parkir paralel. Yup, bagi sebagian pengemudi, memarkirkan mobil di dalam formasi parkir paralel adalah sebuah tantangan yang sulit dan sebaiknya dihindari, hehehehe. Hmm, menurutku sebenarnya tidak terlalu sulit kok. Hanya dibutuhkan penguasaan terhadap mobil yang kita kendarai serta kemampuan mengukur ruang dan sudut.

Selain lebih menantang, formasi parkir paralel juga ada teknik dan aturan khususnya, yaitu:
  • Proses parkir paralel selalu dalam penetrasi mundur.
  • Non-aktifkan rem tangan (kecuali jika parkir di tanjakan atau turunan).
  • Persneling dalam posisi netral (N) (kecuali jika parkir di tanjakan atau turunan).
  • Jika kondisi tempat parkir terlalu sempit, lipat kaca spion.
Untuk poin 2 dan 3 di atas kenapa harus dilakukan? Lihat ilustrasi gambar di bawah. Nah, hal tersebut berguna agar jika ada mobil lain yang akan keluar dari area parkir, sementara posisinya terhalang oleh mobil lainnya, mobil yang menghalangi tersebut bisa dipindahkan atau digerakkan oleh petugas parkir agar mobil yang ingin keluar dari area parkir bisa keluar.

gambaran kondisi area parkir ketika sedang ramai
gambaran kondisi area parkir ketika sedang ramai

Oke deh, berikut penjelasannya.
  1. Pastikan ada ruang kosong dan cukup untuk parkir.

    langkah 1
    langkah 1

  2. Kemudian nyalakan lampu sein sesuai arah di mana kita akan parkir (jika kasusnya seperti pada gambar maka nyalakan lampu sein kiri).
    Lalu majulah atau sejajarkan posisi mobil anda dengan mobil yang sudah terparkir dan nanti akan berada di depan mobil anda. Perhatikan juga jaraknya agar jangan terlalu dekat atau rapat.

    langkah 2
    langkah 2

  3. Kemudian posisikan persneling ke gigi mundur (R), lalu mundurlah dengan perlahan. Nah, saat posisi pilar B atau kira-kira bagian tengah mobil anda telah melewati bagian belakang (bumper) mobil yang telah terparkir di depan, putar penuh setir ke kiri dan mundurlah.
    Maksimalkan fungsi kaca spion. Akan lebih mudah dan terbantu jika pada mobil anda dilengkapi dengan kamera parkir (kamera mundur).

    langkah 3
    langkah 3

  4. Kemudian di saat posisi pilar A atau kaca spion mobil anda sejajar dengan bumper belakang mobil yang telah terparkir di depan, luruskan setir dan mundurlah.

    langkah 4
    langkah 4

  5. Lalu setelah bumper depan mobil anda telah melewati bumber belakang mobil yang telah terparkir di depan, putar penuh setir ke kanan dan mundurlah. Hati-hati dan perhatikan juga jarak dengan mobil yang telah terparkir di belakang.

    langkah 5
    langkah 5

  6. Kemudian posisikan mobil anda berada di tengah-tengah antara mobil depan dan mobil belakang. Setelah itu luruskan posisi ban depan, posisikan persneling ke posisi netral (N) dan matikan mesin mobil.
    Oh iya, sekali lagi aku ingatkan, jangan pernah mengaktifkan rem tangan ketika mobil diparkir pada formasi parkir paralel, kecuali kondisinya berada di tempat yang tidak rata seperti di tanjakan atau turunan. Dan untuk mobil bertransmisi otomatis (matic), tuas persneling juga harus dalam posisi netral (N), bukan dalam posisi parking (P).
    Sebagai informasi, untuk pengemudi mobil bertransmisi otomatis (matic), silahkan pelajari tentang fungsi shift lock, shift release atau yang intinya tentang menonaktifkan fungsi pengunci ban ketika mobil diparkir.

    langkah 6
    langkah 6

  7. Lalu pastikan semua lampu dan perangkat audio telah dimatikan, pastikan juga semua jendela dalam kondisi tertutup rapat.
  8. Kemudian keluarlah dari mobil dan pastikan semua pintu dalam keadaan tertutup rapat dan terkunci.
  9. Selesai. ^,^

Artikel terkait:

No comments:

Post a Comment