November 17, 2016

Memasak Dengan Panci Presto

Panci Presto
Panci Presto

Hmm, pada tulisan kali ini aku akan mencoba menjelaskan sedikit tentang cara memasak dengan panci presto. Yup, memasak dengan panci presto akan lebih cepat jika dibandingkan dengan menggunakan panci konvensional, karena sesuai dengan namanya panci presto ini adalah panci bertekanan uap, sehingga uap dan panas yang dihasilkan ketika memasak dengan menggunakan panci ini dimanfaatkan secara efektif dan efisien.

panci bertekanan uap
panci bertekanan uap

Hmm, sebenarnya mudah sekali cara menggunakan panci presto ini, yang perlu diperhatikan adalah ketika memulai proses masak di mana panci dan tutupnya harus terpasang dengan rapat dan benar, serta ketika selesai proses masak, karena panci tidak boleh langsung dibuka karena masih mengandung uap panas yang bisa menyebabkan panci tersebut meledak (istilah ibu-ibu di sekitar tempatku sih 'meledak' atau 'meleduk', yang sebenarnya adalah kondisi panci, tutup panci atau masakan di dalam panci akan terlontar dari tempatnya karena tekanan uap berlebih di dalam panci yang dipaksa keluar, hehehehe).

Oke deh, berikut cara memasak dengan panci presto:
  • Hal pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa kondisi panci, seluruh komponen panci harus dalam kondisi bagus dan bersih. Permukaan panci jangan sampai ada yang penyok, begitu juga dengan tutup pancinya dan karet gasket harus dalam kondisi layak pakai, ganti dengan karet gasket yang baru apabila ada keretakan atau robek. Setelah melakukan pemeriksaan kondisi panci dan panci dirasa layak pakai, maka bersihkan panci tersebut sampai bersih. Kemudian masukkan bahan-bahan yang akan dimasak. Untuk volume air atau cairan yang digunakan, bacalah buku panduan, biasanya sih batas minimal air adalah sebanyak 0,75-1 gelas, sementara batas maksimal air adalah sekitar 2/3 volume panci, untuk panci merk tertentu biasanya ada tanda batas air di dinding pancinya.

    siapkan panci
    siapkan panci

  • Setelah bahan-bahan dimasukkan, kemudian pasang tutup pancinya, pastikan tertutup dengan rapat, biasanya terdengar bunyi 'klik' yang menandakan tutup panci telah terpasang dengan benar.

    pasang tutup panci, lalu putar ke kiri
    pasang tutup panci, lalu putar ke kiri
    tutup panci telah terpasang
    tutup panci telah terpasang

  • Kemudian taruhlah panci di atas kompor untuk memulai proses masak. Ketika air di dalam panci mulai mendidih, panci akan mengeluarkan bunyi seperti berdesis dan knop yang berada di atas tutup panci akan bergerak dan berputar. Dimulai ketika panci mengeluarkan bunyi berdesis inilah waktu masak mulai bisa dihitung. Hmm, untuk lama waktu proses masak tergantung dari bahan apa yang dimasak, biasanya ada di buku panduan, misalnya untuk memasak masakan berbahan dasar daging sapi dibutuhkan waktu sekitar 20-25 menit.

    siap untuk proses masak
    siap proses masak

  • Setelah proses masak selesai, matikan kompor dan diamkan panci selama sekitar 5-7 menit atau sampai uapnya keluar semua. Ingat, untuk sementara jangan sampai membuka tutup panci karena berbahaya.

    diamkan selama 5-7 menit
    diamkan selama 5-7 menit

  • Atau jika ingin mempercepat proses pembuangan uap, knop yang ada di tutup panci bisa dilepas. Lakukan dengan hati-hati ketika melepas knop dan gunakan kain lap karena panas. Pastikan juga posisi anda jangan berada tepat di atas knop yang akan dilepas. Kemudian tunggu sampai uapnya keluar semua.

    lepaskan knop
    lepaskan knop

  • Apabila uap sudah keluar semua, barulah tutup panci boleh dilepas, putarlah gagang tutup panci ke arah kanan, kemudian angkat tutup pancinya.

    lepaskan tutup panci
    lepaskan tutup panci
    tutup panci telah dilepas
    tutup panci telah dilepas

  • Taarrraaaa, selesai deh. ^,^

Catatan:
Perhatikan dan baca dengan seksama buku panduan penggunaan, terutama tentang lama memasak, karena apabila waktunya kurang maka masakan akan kurang matang, sementara jika waktunya kelebihan maka masakan akan hancur menjadi bubur, hehehehe.

Artikel terkait:
-  Memasak Nasi Cara Ngeliwet
-  Macam-Macam Sendok Yang Wajib Ada Di Dapur

No comments:

Post a Comment