17 Maret 2020

Tips Memilih Telapak (Sol) Sepatu Sepak Bola

Pilihan Telapak (Sol) Sepatu Sepak Bola
Pilihan Telapak (Sol) Sepatu Sepak Bola

Pemain sepak bola yang baik pada umumnya memiliki setidaknya dua pasang sepatu sepak bola dengan tipe telapak atau sol yang berbeda. Lazimnya satu pasang sepatu untuk digunakan pada lapangan kering dan satu pasangnya lagi untuk digunakan pada lapangan basah atau becek. Kalau pada zaman dahulu dikenal istilahnya sepatu pul biasa untuk lapangan kering dan sepatu pul besi (atau sepatu pul enam) khusus untuk lapangan basah atau becek.

Mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, sepatu sepak bola pun mengalami kemajuan yang begitu cepat. Saat ini jenis telapak atau sol sepatu sepak bola pun mengalami perkembangan dan dibagi menjadi beberapa jenis yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Di pasaran saat ini ada yang berjenis Soft Ground (SG), Firm Ground (FG), Flexible or Multi Ground (MG), Hard Ground (HG) dan Artificial Grass (AG).

Hmm, bagi para pemula yang ingin atau berencana membeli sepatu bola, bisa baca penjabaran berikut sebagai referensi dan agar nanti tidak salah beli, hehehehe.
  1. Soft Ground (SG)

    contoh tapak jenis Soft Ground (SG)
    contoh tapak jenis Soft Ground (SG)

    Soft ground jika diartikan secara bebas adalah tanah lunak, artinya sepatu yang menggunakan telapak (sol) jenis ini diperuntukkan untuk digunakan di atas permukaan (tanah) lapangan yang lunak, misalnya pada kondisi lapangan setelah diguyur hujan yang cukup lebat.

    Telapak sepatu jenis ini lazimnya dilengkapi dengan 6-8 pul atau stud yang pada bagian ujungnya terbuat dari logam dan cenderung lebih panjang sehingga sepatu terlihat lebih tinggi. Hal ini bertujuan untuk menambah daya cengkeram di permukaan tanah lunak (becek) dan meminimalisir menempelnya tanah pada bagian telapak sepatu yang akan menghambat laju dan pergerakan pemain.

    Sesuai pengalamanku, selain di lapangan bertanah lunak dan becek, sepatu jenis ini masih bisa digunakan di lapangan kering dengan kondisi rumput yang cukup tebal. Sementara jika digunakan pada lapangan kering dengan kondisi rumput pendek atau tipis terasa kurang nyaman di telapak kaki. Apalagi jika digunakan di atas lapangan yang sangat kering, keras dan botak (tidak berumput), rasanya telapak kaki seperti sedang dipijat refleksi, hehehehe.

  2. Firm Ground (FG)

    contoh tapak jenis Firm Ground (FG)
    contoh tapak jenis Firm Ground (FG)

    Sepatu dengan telapak jenis Firm Ground (FG) sangat cocok untuk digunakan di atas permukaan lapangan sepak bola dengan standar ideal dan terawat dengan baik. Maksud standar ideal di sini adalah kondisi permukaan lapangan yang rata, kondisi tanah tidak terlalu keras atau lunak, serta ketinggian rumput yang ideal.

    Pada umumnya sepatu kasta tertinggi pada merk-merk tertentu menggunakan telapak atau sol jenis Firm Ground (FG). Bentuk dan dimensi pul atau stud-nya pun beragam, ada yang berbentuk bulat, segitiga, pipih (blade) atau kombinasinya. Jumlah pul lazimnya sekitar 10-12 buah.

    Sepatu dengan telapak (sol) berjenis Firm Ground (FG) adalah jenis sepatu yang paling sering aku pakai karena sepatu bertapak jenis FG adalah jenis yang paling banyak beredar di pasaran, mulai dari sepatu merk asli sampai ke sepatu merk abal-abal, hehehehe. Sepatu jenis ini sangat cocok digunakan di kebanyakan lapangan di Indonesia yang mayoritas menggunakan rumput asli (alami).

  3. Flexible or Multi Ground (MG)

    contoh tapak jenis Flexible or Multi Ground (MG)
    contoh tapak jenis Flexible or Multi Ground (MG)

    Telapak jenis Flexible atau Multi Ground bisa dibilang telapak serbaguna karena bisa digunakan untuk berbagai jenis permukaan lapangan (kecuali lapangan becek atau soft ground), mulai dari firm ground, hard ground sampai artificial grass. Walaupun tentunya tidak seoptimal jenis telapak yang sesuai dengan peruntukannya.

    Jumlah pul atau stud pada telapak jenis ini berjumlah 12-14 buah, atau bisa dibilang di antara jumlah pul pada telapak jenis Firm Ground (FG) dan Artificial Grass (AG). Sol atau telapak jenis ini digunakan oleh merk Adidas dan Nike pada sepatu kasta menengah ke bawah pada produk mereka.

    Menggunakan sepatu jenis ini rasanya 11-12 dengan menggunakan sepatu dengan tapak (sol) berjenis Firm Ground (FG), hanya saja sepatu ini lebih unggul dalam pergerakan ketika digunakan di atas lapangan yang kering dengan kondisi rumput pendek (tipis).

  4. Artificial Grass (AG)

    contoh tapak jenis Artificial Grass (AG)
    contoh tapak jenis Artificial Grass (AG)

    Telapak sepatu jenis Artificial Grass (AG) dibuat untuk digunakan di atas permukaan lapangan dengan rumput buatan atau biasa dikenal dengan istilah rumput sintetis. Lapangan rumput sintetis memiliki keunggulan pada kondisi lapangan yang cenderung mulus dan rata, serta rumput yang pendek. Tim yang memiliki keunggulan teknik dalam hal permainan umpan pendek cepat dari kaki ke kaki sangat cocok ketika bermain di lapangan jenis ini karena laju pergerakan bola menjadi lebih cepat dan dinamis.

    Sepatu dengan jenis telapak Artificial Grass (AG) memiliki lebih banyak pul atau stud, biasanya berjumlah 13-15 pul, bahkan ada yang menggunakan sampai 20 pul. Bentuk pul lazimnya bulat dan lebih pendek. Penggunaan jumlah pul lebih banyak dan berukuran lebih pendek untuk menyesuaikan dengan karakter rumput sintetis yang cenderung agak licin dan juga berukuran lebih pendek jika dibandingkan dengan rumput alami.

    Aku pernah menggunakan sepatu jenis ini pada sekitar tahun 2004-2005 ketika zaman-zamannya Nike Total 90. Pada sekitar tahun tersebut sepatu jenis ini cukup banyak beredar di pasaran. Sesuai pengalaman, sepatu jenis ini juga cukup nyaman dipakai di atas permukaan lapangan yang kering dan keras, serta dengan kondisi rumput pendek atau tipis. Sementara saat digunakan pada kondisi rumput lapangan yang cukup tebal, sepatu ini terasa agak licin dan kurang nge-grip (menggigit atau mencengkeram tanah). Hmm, kalau di lapangan becek jangan ditanya lagi lah ya, hehehehe. Tidak sampai 5 menit bergerak, tapak sepatu ini akan rata dengan tanah yang ikut menempel pada tapak sepatu, hohohoho.
Oke deh, cukup sekian penjabarannya dan semoga bermanfaat. ^,^

Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Loading...