January 17, 2016

Mengganti Oli Transmisi Yamaha Mio J

Yamaha Mio J
Yamaha Mio J

Hmm, jika pada kesempatan yang lalu aku ceritakan tentang mengganti oli mesin pada sepeda motor Yamaha Mio J, maka pada kali ini aku akan menceritakan tentang mengganti oli transmisi atau yang sering disebut dengan oli gardan atau juga sering disebut dengan oli gear box. Oli transmisi pada sepeda motor jenis matic sebaiknya digunakan untuk pemakaian jarak tempuh sekitar 9.000 kilometer dan setelah itu sebaiknya oli transmisi diganti dengan yang baru. Untuk lebih mudah mengingat kapan melakukan penggantian oli transmisi adalah per tiga kali ganti oli mesin.

Oke deh, ayo kita mulai acara main bengkel-bengkelannya. ^,^
  1. Siapkan sepeda motor. Jika sebelumnya sepeda motor dalam keadaan dingin, panaskan dulu sesaat sekitar 5 menit, lalu kendarai sejenak supaya oli transmisi bersirkulasi, lalu matikan mesin. Atau jika sebelumnya sepeda motor dalam keadaan panas, istirahatkan dan dinginkan dulu sejenak.
  2. Siapkan peralatan berupa kunci ring ukuran 12', tang, wadah untuk menampung oli bekas dan kain lap. Serta jangan lupa oli transmisi atau oli gear box atau oli gardan. Oli transmisi bisa dibeli di toko suku cadang yamaha dengan harga Rp.13.500,- per botol ukuran 140 ml.

    aneka peralatan dan oli transmisi
    aneka peralatan dan oli transmisi

  3. Tegakkan sepeda motor dengan standar tengah.

    tegakkan sepeda motor
    tegakkan sepeda motor

  4. Buka baut penguras oli transmisi dengan menggunakan kunci ring ukuran 12' (lihat tanda panah). Jangan lupa menaruh wadah untuk menampung oli bekas tepat di bawah lubang baut penguras oli transmisi.

    baut penguras oli transmisi
    baut penguras oli transmisi
    baut penguras oli transmisi telah dilepaskan
    baut penguras oli transmisi telah dilepaskan

  5. Tunggu hingga oli transmisi keluar semua.

    tunggu hingga oli transmisi keluar semua
    tunggu hingga oli transmisi keluar semua

  6. Buka penutup lubang pengisian oli transmisi (lihat tanda panah), jika mengalami kesulitan membukanya gunakan tang.

    buka penutup lubang pengisian oli transmisi
    buka penutup lubang pengisian oli transmisi

  7. Sementara menunggu oli transmisi keluar semua, bersihkan baut penguras oli dan tutup lubang pengisian oli transmisi dengan menggunakan kain lap atau tisu. Dan jika komponen-komponen tersebut ada yang rusak sebaiknya gantilah dengan yang baru.

    bersihkan baut penguras oli dan tutup lubang pengisian oli
    bersihkan baut penguras oli dan tutup lubang pengisian oli

  8. Setelah itu pasang kembali baut penguras oli transmisi dan bersihkan sekitar tempat tersebut dari oli bekas yang tercecer (lihat tanda panah).

    lubang penguras oli transmisi
    lubang penguras oli transmisi
    baut penguras oli transmisi telah dipasang kembali
    baut penguras oli transmisi telah dipasang kembali

  9. Kemudian tuangkan oli transmisi yang baru melalui lubang pengisian oli transmisi (lihat tanda panah).

    tuangkan oli transmisi
    tuangkan oli transmisi

  10. Pasang kembali tutup lubang pengisian oli transmisi (lihat tanda panah). Kemudian periksa di sekitar baut penguras oli transmisi, apakah ada kebocoran oli atau tidak.

    tutup lubang pengisian oli transmisi
    tutup lubang pengisian oli transmisi

  11. Yuhu, proses penggantian oli transmisi selesai. Sebagai pengingat catat angka yang tertera di odometer sebagai acuan untuk proses penggantian oli transmisi berikutnya.

    catat odometer sebagai pengingat
    catat odometer sebagai pengingat

4 comments:

  1. yups, oli transmisi = oli gardan = oli gear box. ^,^

    ReplyDelete
  2. coba pake sisaan pft/rored mtf budhe, katanya lebih jos. 😃 takarannya juga dilebihin jadi 200 ml

    ReplyDelete
    Replies
    1. pakai pft masih ada kasus deposit gram (katanya), besok mau tak coba rored pas jadwalnya, tapi mubazir agaknya, yang terpakai cuma 140 ml (takaran mio j), mesti ajak kawan beli kolektif biar ndak mubazir olinya, soalnya kan per 9.000-10.000 km baru di-drain lagi. ^,^

      Delete