October 30, 2016

Pasar Bambu Kuning, Bandar Lampung

Pasar Bambu Kuning
Pasar Bambu Kuning

Di setiap daerah pasti ada pasar tradisional, nah, di kota Bandar Lampung ada salah satu pasar tua tradisional yang wajib dikunjungi apabila anda berkunjung ke kota Bandar Lampung. Yup, pasar itu adalah Pasar Bambu Kuning yang oleh warga sekitar sering disebut dengan nama 'beka' (pengucapan dari 'bk' yang merupakan singkatan dari kata 'bambu kuning'). Oh iya, secara nama sekarang pasar ini bernama Bambu Kuning Trade Center (BTC) jika dilihat dari tulisan yang terpampang di bagian atas pintu masuknya.

Bagaimana caranya ke pasar ini? Cukup mudah kok, anda hanya perlu ke daerah Tanjung Karang yang merupakan pusat kota di Bandar Lampung. Apabila anda mengendarai sepeda motor bisa diparkiran di halaman depan pasar, sementara kalau anda mengendarai mobil bisa diparkiran di sekitar seberang bagian depan pasar atau di bagian belakang pasar.

parkir sepeda motor
parkir sepeda motor

Imho, Pasar Bambu Kuning ini kalau aku bandingkan ya hampir sama lah situasinya dengan Pasar Beringharjo di Yogyakarta atau Pasar Klewer di Solo, hanya saja di Pasar Bambu Kuning ini mayoritas pedagangnya adalah orang Minang (Padang), hehehehe.

Oh iya, Setelah memarkirkan kendaraan, ayo deh mari kita masuk ke bagian dalam pasar, hehehehe.

pemandangan sekitar pasar
pemandangan sekitar pasar
pintu masuk bagian depan
pintu masuk bagian depan

Pasar ini terdiri dari tiga lantai, akan tetapi yang paling ramai adalah di lantai dasar. Hmm, mungkin pengunjung agak malas untuk naik ke lantai atas, hehehehe. Sebetulnya tangga untuk naik ke lantai atas sudah menggunakan model tangga berjalan (eskalator), akan tetapi ketika akhir-akhir ini aku berkunjung ke pasar ini, eskalator dalam keadaan mati, huhuhu.

Mayoritas pedagang di pasar ini adalah pedagang pakaian, ada juga pedagang sepatu, aksesoris, tas, jam, kosmetik, bunga, emas, dan sebagainya. Jenis pedagang secara tempat, ada yang berdagang di kios, ada yang berdagang di emperan dan ada juga model pedagang keliling.

situasi di dalam pasar
situasi di dalam pasar

Begitu masuk ke dalam pasar kita akan disambut oleh pramuniaga dengan sapaan seperti, "Mari mampir, mbak.", "Silahkan dilihat-lihat, mbak.", "Ada hijab model baru nih, mbak.", "Cari apa, mbak?", "Gantungan hijabnya, mbak.", dan kalimat-kalimat sapaan lainnya yang diucapkan dengan ramah.

Apabila anda tertarik dengan barang yang dijajakan, silahkan mampir dan sekedar tanya-tanya boleh kok, asalkan jangan sampai terlalu sampai ngacak-ngacak terlalu banyak dan tanya ini-itu sekian lama, eeh malah tidak jadi beli, hehehehe.

Masalah tawar-menawar harga? Nah, inilah seninya berbelanja di pasar tradisional, kita bisa berusaha terlebih dahulu untuk menurunkan harga sebelum barang tersebut dibeli. Aku diajari oleh si Mbok dan Mbak Mila apabila memulai transaksi di pasar ini adalah menawar setengah harga dari harga yang ditawarkan oleh penjual, misal harga Rp.50.000,- kita tawar menjadi Rp.25.000,-, kemudian kalau tidak dikasih ya tinggalkan, nanti pedagang akan berusaha merayu kita untuk menaikkan tawaran kita sedikit, contoh, "Tambah Rp.5000,- ya, mbak, biar jadi?". Hmm, sampai di sini ya terserah anda, mau menaikkan tawaran agar deal atau tetap kekeuh pada tawaran anda yang pertama, hehehehe.

Sebagai informasi, pengalaman aku pernah iseng-iseng nawar sepertiga dari harga yang ditawarkan, istilah kerennya nego afgan (sadis). Ya, namanya juga nawar iseng-iseng, tidak niat beli, hehehehe. Eeh, ndak taunya malah dikasih sama pedagangnya, padahal barang itu tidak ada dalam daftar belanjaanku, nah kalau begini ya mau tidak mau ya harus dibeli deh. Hmm, mungkin karena waktu itu transaksi iseng-isengnya ketika toko sudah mau tutup, jadi dikasih deh, hehehehe.

Bagi yang hobi belanja dengan model tawar-menawar memang Pasar Bambu Kuning ini adalah tempatnya, aku juga biasanya kadang sampai lupa waktu kalau sudah masuk ke dalam pasar ini, hehehehe. Hmm, tapi yang harus diingat dan diperhatikan adalah selalu jaga barang bawaan anda, apabila membawa tas model sandang belakang/punggung, maka sandanglah di bagian depan, karena sudah bukan rahasia lagi kalau di tempat-tempat seperti ini banyak tangan-tangan jahil dan cekatan alias copet, jadi tetaplah waspada dan berhati-hati selama berkeliling menikmati Pasar Bambu Kuning ini. ^,^

ayo dipilih-dipilih
ayo dipilih-dipilih

3 comments:

  1. Pernah sekali ajak kawan dari luar negeri datang ke Bambu Kuning. Dia antusias sekali tawar harga saat ketemu baju yang cocok :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ternyata orang luar negeri senang nego juga yah pasal beli baju. ^,^

      Delete
    2. Pedagangnya bisa ngomong bahasa Inggris yah om Yo

      Delete