October 22, 2016

Fun Riding: Jakarta Ke Lampung

Fun Riding: Jakarta Ke Lampung
Fun Riding: Jakarta Ke Lampung

Dari Jakarta ke Lampung naik sepeda motor? Yup, aku sudah pernah melakukannya walaupun baru sekali, hehehehe. Naik sepeda motor di sini maksudnya mengendarai sendiri lho, bukan hanya duduk manis di belakang. Karena kalau sebatas duduk manis di belakang sudah pernah aku lakoni bersama mamasku beberapa kali, bahkan pernah kami lakoni sampai ke daerah Cianjur, Jawa Barat sana.

Perjalanan kali ini dimulai dari sekitar daerah Cipinang Lontar yang terletak tak jauh dari Polsek Pulogadung, Jakarta Timur. Perjalanan aku mulai sekitar pukul 09.00 WIB setelah aku sarapan pagi. Seperti biasa, sebelum memulai perjalanan aku catat angka yang tertera di odometer sepeda motor, yaitu 18.677,5.

odometer awal, Jakarta Timur
odometer awal, Jakarta Timur

Setelah memanaskan mesin sepeda motor sejenak, aku pun izin pamit dengan orang rumah. Oh iya, dalam perjalanan kali ini aku mengendarai sepeda motor matic milik Mbak Mila, yaitu Yamaha Mio J produksi tahun 2012. Dan karena judulnya adalah fun riding maka aku berkendara dengan santai, dengan kecepatan mayoritas di sekitar 40-60 kilometer per jam.

Karena mengendarai sepeda motor, maka jalan yang akan aku lintasi adalah jalan biasa, dalam artian bukan jalan tol yang seperti diketahui tidak boleh dilintasi dengan mengendarai sepeda motor. Jalan yang dilalui berbeda dengan jalan yang biasa aku lintasi ketika mengendarai mobil, di mana jika mengendarai mobil bisa langsung masuk ke jalan tol dari daerah Rawamangun sampai ke Merak.

Kali ini hal pertama yang mesti dilakukan adalah menuju daerah Grogol, Jakarta Barat, untuk kemudian masuk ke Jalan Daan Mogot dan kemudian menuju Tangerang. Nah, kalau sudah masuk di daerah Tangerang cukup ikuti saja papan petunjuk arah yang menuju ke Serang atau Merak.

Jalan Daan Mogot, Tangerang
Jalan Daan Mogot, Tangerang

Tak terasa waktu telah memasuki waktu dzuhur (sekitar pukul 12.00 WIB), dan aku pun singgah sejenak di Masjid Jami Al Hidayah yang terletak di tepi jalan raya Serang di daerah Sentul Kragilan, Banten untuk menunaikan ibadah sholat dzuhur dan meluruskan badan sejenak serta makan bekal yang telah aku siapkan sebelumnya, hehehehe.

mampir di masjid Jami Al Hidayah, Sentul Kragilan
mampir di masjid Jami Al Hidayah, Sentul Kragilan

Setelah 30 menit berhenti, perjalanan pun aku lanjutkan. Sebelum sampai di Pelabuhan Merak aku sempat berhenti sejenak di kedai Indomaret di sekitar daerah Kota Serang dan juga berhenti di stasiun pengisian bahan bakar untuk mengisi bahan bakar sepeda motorku di daerah Merak, sebelum memasuki ke Pelabuhan Merak, Banten.

Sekitar pukul 14.30 WIB aku pun tiba di Pelabuhan Merak, Banten.

tiba di Pelabuhan Merak, Banten
tiba di Pelabuhan Merak, Banten
sebelum masuk ke dermaga foto dulu deh
sebelum masuk ke dermaga foto dulu deh

Sampai di Pelabuhan Merak, Banten, odometer menunjukkan angka 18.822,5 yang artinya aku telah menempuh perjalanan sejauh 145 kilometer.

odometer ketika tiba di Pelabuhan Merak, Banten
odometer ketika tiba di Pelabuhan Merak, Banten

Oke deh, sekarang waktunya masuk ke dermaga. Siapkan uang senilai Rp.45.000,- untuk biaya penyeberangan dari Pelabuhan Merak, Banten ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Hmm, sepengalamanku melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni tidak perlu menunjukkan kartu identitas atau KTP, tidak terlalu ketat seperti melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak yang diminta untuk memperlihatkan kartu identitas ketika akan melakukan penyeberangan.

karcis kapal ferry Merak-Bakauheni untuk sepeda motor
karcis kapal ferry Merak - Bakauheni untuk sepeda motor

Waktunya masuk ke kapal ferry, karena bukan jam sibuk maka aku pun bisa masuk ke dalam kapal ferry tanpa antri, halangan dan hambatan. Kemudian parkirkan sepeda motor di tempat yang telah disediakan atau ikuti arahan petugas. Oh iya, ketika parkir di dalam kapal ferry gunakan standar tengah untuk meminimalisir agar sepeda motor tidak rebah.

parkir di kapal ferry
parkir di kapal ferry

Setelah memarkirkan sepeda motor, saatnya menuju ruang penumpang untuk beristirahat, lumayan lama lho waktu perjalanan yang akan ditempuh bersama kapal ferry adalah sekitar 2 jam, jika situasi normal dan lancar. Sebagai informasi, tiket yang dibeli di loket adalah tiket untuk penumpang kelas ekonomi dan biasanya di ruangan kelas ekonomi ini (menurutku) kurang nyaman untuk beristirahat. Tetapi anda tidak perlu khawatir, pihak kapal ferry telah mengantisipasinya dengan keberadaan ruang bisnis, ruang ac atau ruang lesehan, tergantung kapal ferry yang ditumpangi. Kebetulan kapal ferry yang aku tumpangi menyediakan ruang lesehan, tetapi untuk masuk ke ruang tersebut dikenakan biaya lagi, pada kasusku kali ini untuk masuk ke ruang lesehan dikenakan biaya senilai Rp.12.000,- untuk seorang dewasa dan Rp.8.000,- untuk seorang anak.

masuk ke ruang lesehan
masuk ke ruang lesehan
karcis masuk ruang lesehan
karcis masuk ruang lesehan

Di ruang lesehan kita bisa beristirahat lebih nyaman dibandingkan di ruang kelas ekonomi.

suasana ruang lesehan
suasana ruang lesehan
istirahat lesehan sambil ngemil, hehehehe
istirahat lesehan sambil ngemil, hehehehe

Yup, waktu ashar pun tiba, saatnya mencari mushola untuk menunaikan sholat ashar. Secara umum mushola tersedia di kapal ferry hanya ruangannya tidak begitu besar, jadinya harus antri untuk bisa melakukan sholat di mushola tersebut.

cari mushola untuk menunaikan sholat ashar
cari mushola untuk menunaikan sholat ashar

Waktu menunjukkan pukul 17.00 WIB yang artinya kapal telah berlayar selama 2 jam perjalanan. Bosan di ruang lesehan, aku pun keluar dari ruangan tersebut dan berkeliling di dek kapal, dan ternyata daratan Sumatera telah terlihat jelas yang artinya sesaat lagi kapal akan segera merapat di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

sebentar lagi tiba di Pelabuhan Bakauheni, Lampung
sebentar lagi tiba di Pelabuhan Bakauheni, Lampung

Dan akhirnya kapal pun merapat di dermaga Pelabuhan Bakauheni, Lampung pada pukul 17.30 WIB. Oke deh, saatnya bergegas menuju lokasi parkir sepeda motor.

Pelabuhan Bakauheni (1)
Pelabuhan Bakauheni (1)
Pelabuhan Bakauheni (2)
Pelabuhan Bakauheni (2)
bersiap keluar dari kapal ferry
bersiap keluar dari kapal ferry

Setelah keluar dari kapal ferry, perjalanan kembali dilanjutkan menuju Kota Bandar Lampung, yang menurut papan petunjuk arah berjarak 97 kilometer dari Bakauheni, Lampung Selatan.

menuju Bandar Lampung
menuju Bandar Lampung
odometer di Bakauheni
odometer di Bakauheni

Tak terasa waktu maghrib pun tiba, perjalanan kembali aku hentikan sejenak untuk menunaikan ibadah sholat maghrib, dan kebetulan aku berada di Kota Kalianda, Lampung Selatan, aku pun berhenti sejenak di Masjid Kubah Intan yang terletak di tepi Jalan Lintas Sumatera, Kalianda, Lampung Selatan.

Masjid Kubah Intan, Kalianda (1)
Masjid Kubah Intan, Kalianda (1)
Masjid Kubah Intan, Kalianda (2)
Masjid Kubah Intan, Kalianda (2)
odometer di Masjid Kubah Intan
odometer di Masjid Kubah Intan

Selesai menunaikan ibadah sholat maghrib, perjalanan pun kembali aku lanjutkan, kali ini langsung menuju Kota Bandar Lampung, tidak singgah-singgah lagi, hehehehe. Sampai di daerah Panjang, Bandar Lampung aku belok ke kiri untuk melintasi kota karena kondisi jalan lebih ramai daripada tetap berada di Jalan Lintas Sumatera yang walaupun ramai juga tetapi didominasi oleh kendaraan besar dan panjang seperti truk dan bus.

Setelah melintasi pasar Panjang, kemudian sampai di simpang pertigaan Garuntang aku belok ke kanan, melewati hotel Novotel dan hotel Aston, kemudian sampailah aku di bundaran Kantor Walikota Bandar Lampung dan Masjid Al Furqon, waktu menunjukkan pukul 20.00 WIB.

tiba di Masjid Al Furqon, Bandar Lampung
tiba di Masjid Al Furqon, Bandar Lampung
suasana malam di sekitar Masjid Al Furqon, Bandar Lampung
suasana malam di sekitar Masjid Al Furqon, Bandar Lampung
suasana malam di Kota Bandar Lampung
suasana malam di Kota Bandar Lampung
odometer di masjid Al Furqon, Bandar Lampung
odometer di Masjid Al Furqon, Bandar Lampung

Selesai mengambil beberapa foto di sekitar bundaran Kantor Walikota, aku pun melanjutkan perjalanan menuju asrama di daerah Rajabasa. Sebelumnya aku telepon Iroh untuk sekedar iseng menanyakan tadi masak apa, eeh dijawab Iroh tadi dia makan malam di luar bersama anak-anak asrama yang artinya (bisa aku simpulkan) di asrama malam ini tidak ada makanan yang tersedia, huhuhuhu. Ya sudah deh, sebelum terus ke asrama aku akan mampir dulu di kedai sate langgananku (tetiba jadi ingin makan sate kambing) untuk membeli makan malam, hehehehe.

Dan akhirnya pada pukul 20.45 WIB pun aku tiba di asrama. Odometer menunjukkan angka 18.929.3 yang artinya aku telah menempuh perjalanan sejauh 251,8 kilometer yang ditempuh selama 11 jam 45 menit. Lama? Ya, namanya juga fun riding alias jalan santai. Capek? Ya, capek sih, tapi imbalannya adalah rasa puas dan menambah pengalaman bagi orang yang suka mengendarai sepeda motor sepertiku, hehehehe.

Hmm, oke deh, saatnya cuci muka, kemudian ambil wudhu, lalu sholat isya, dan kemudian menikmati hidangan sate kambing sebagai menu makan malam dan menikmati teh manis hangat buatan Iroh, hyummy. ^,^

tiba di asrama
tiba di asrama
odometer akhir, di asrama
odometer akhir, di asrama
sate kambing, hyummy
sate kambing, hyummy

2 comments:

  1. thanks infonya bermanfaat banget, minggu depan saya mau riding ke UIN Lampung start dari Kemayoran...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, sama-sama.
      selamat menikmati perjalanan dan selamat sampai tujuan. ^,^

      Delete