July 15, 2016

Fun Driving: Lampung Ke Jakarta

Fun Driving: Lampung - Jakarta
Fun Driving: Lampung - Jakarta

Hmm, tulisan kali ini menceritakan tentang perjalananku dari Lampung ke Jakarta atau lebih tepatnya dari Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung ke Kecamatan Pulogadung, Kota Administrasi Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Perjalananku yang berjarak tempuh sekitar 350 kilometer kali ini menggunakan kendaraan Toyota Kijang Super Tahun 1990 sehingga tajuk tulisanku kali ini adalah fun driving, hehehehe.

Oh iya, tujuan perjalanan kali ini adalah rumah salah satu nenekku, lebih tepatnya beliau ini adalah istri dari adik nenekku dari sebelah ibu, dan perjalananku kali ini ditemani oleh si mbok dan si bungsu, sementara Ain, Leka dan Njo (yang biasanya hampir selalu ikut denganku ketika aku bepergian, khususnya liburan) tidak ikut karena sedang berada di Pulau Bangka bersama Mbak Mila dan Ayahnya. Sebagai informasi, sebetulnya ini adalah perjalanan yang tidak direncanakan dan juga perjalanan ini dilakukan saat hari raya Idul Fitri 1437 Hijriyah yang bertepatan dengan tanggal 6 Juli 2016.

Setelah menunaikan sholat id, ziarah ke makam almarhum bapak dan bermaaf-maafan dengan tetangga sekitar rumah, kami pun mempersiapkan bekal ala kadarnya untuk perjalanan yang akan kami tempuh. Dan sekitar pukul 10.00 WIB kami pun berangkat meninggalkan Wonosobo menuju pelabuhan Bakauheni.

siap berangkat
siap berangkat

Setelah sekitar dua jam perjalanan tibalah kami di daerah Rajabasa, kami berhenti sejenak untuk mengisi bensin, sholat zuhur dan makan siang. Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB kami kembali melanjutkan perjalanan kami menuju pelabuhan Bakauheni. Dan sampailah kami di pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 15.00 WIB. Langsung saja masuk ke loket pembelian tiket kapal ferry untuk menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten.

Kebetulan ketika kami sampai di loket pembelian tiket kapal ferry keadaannya agak sepi, padahal ketika aku melihat berita di televisi satu dan dua hari sebelumnya keadaan di pelabuhan ini sangat ramai dan antri. Hmm, mungkin tepat di hari raya Idul Fitri ini banyak orang yang tidak melakukan perjalanan dan memilih berkumpul dengan keluarga besar di rumah masing-masing, hehehehe.

Oh iya, siapkan KTP pengemudi dan uang tunai senilai Rp.320.000,- (tarif penyeberangan untuk kelas mobil sedan, jip dan minibus) untuk membayar tiket kapal ferry.

sampai di pelabuhan Bakauheni, Lampung
sampai di pelabuhan Bakauheni, Lampung
loket pembayaran tiket kapal ferry di Bakauheni, Lampung
loket pembayaran tiket kapal ferry di Bakauheni, Lampung
tiket kapal ferry Bakauheni - Merak
tiket kapal ferry Bakauheni - Merak

Setelah proses pembayaran tiket selesai, kemudian ikuti panduan dari petugas pelabuhan untuk mengarahkan kita ke dermaga penyeberangan, masuk ke dalam kapal ferry dan parkir di dalam parkir ferry. Ketika giliranku termasuk lancar karena tidak perlu antri untuk masuk ke dalam kapal ferry dan kebetulan juga sudah termasuk barisan akhir sehingga tidak perlu menunggu waktu lama sebelum kapal ferry berangkat meninggalkan pelabuhan Bakauheni, hehehehe.

masuk ke kapal ferry
masuk ke kapal ferry
kondisi parkir di dalam kapal ferry
kondisi parkir di dalam kapal ferry

Setelah memarkirkan mobil di tempat yang telah disediakan di dalam kapal ferry, persiapkan barang-barang yang diperlukan untuk dibawa ke ruang penumpang, maksudnya barang-barang seperti makanan, minuman dan obat-obatan untuk dikonsumsi selama berada di ruang penumpang. Lumayan lama lho waktu tempuh antara pelabuhan Bakauheni ke pelabuhan Merak, yaitu sekitar dua jam jika kondisi lancar. Dan juga disarankan membawa makanan dan minuman dari rumah karena kantin yang menjual makanan dan minuman di atas kapal ferry sudah menjadi rahasia umum jika harganya agak mahal, hehehehe.

Oh iya, sebelum kapal ferry berangkat biasanya ada pertunjukkan hiburan yang dilakukan oleh anak-anak dermaga (lihat tanda panah), mereka ini berenang di sekitar kapal ferry untuk berebut uang recehan yang dilemparkan dari atas kapal ferry oleh para penumpang. Jadi jika anda ingin berpartisipasi atau ada uang receh lebih bolehlah untuk coba melemparkan koin recehan ke arah mereka, nanti mereka akan dengan sigap berebut untuk meraihnya, hehehehe.

atraksi anak-anak dermaga
atraksi anak-anak dermaga

Tooooooottt.....!!! Terompet kapal ferry pun berbunyi yang artinya kapal ferry akan segera berangkat, dan sekitar pukul 15.15 WIB pun kapal ferry berangkat menuju pelabuhan Merak, Banten.

meninggalkan dermaga pelabuhan Bakauheni, Lampung
meninggalkan dermaga pelabuhan Bakauheni, Lampung
pemandangan pelabuhan dan menara siger dari atas kapal ferry
pemandangan pelabuhan dan menara siger dari atas kapal ferry
kapal ferry yang sedang sandar
kapal ferry yang sedang sandar
pemandangan dari atas kapal ferry
pemandangan dari atas kapal ferry
menuju pelabuhan Merak, Banten
menuju pelabuhan Merak, Banten

Hmm, setelah puas melihat pemandangan sekitar dari atas kapal ferry, kemudian aku putuskan untuk masuk ke dalam ruang penumpang menyusul si mbok dan si bungsu karena angin sore di atas kapal lumayan agak besar.

Kondisi kapal ferry yang kami tumpangi ternyata lumayan penuh dengan penumpang, jadi kondisi dan situasi di ruang penumpang sudah seperti acara kumpul keluarga besar, penuh dengan manusia segala usia mulai dari balita, remaja dan orang tua, hehehehe.

kondisi ruang lesehan di dalam kapal ferry (1)
kondisi ruang lesehan di dalam kapal ferry (1)
kondisi ruang lesehan di dalam kapal ferry (2)
kondisi ruang lesehan di dalam kapal ferry (2)

Sekitar pukul 17.30 WIB speaker di ruang penumpang kapal pun berbunyi yang menginformasikan bahwa kapal ferry sesaat lagi akan menyandar di dermaga pelabuhan Merak, Banten, dan memohon kepada para penumpang untuk bersiap-siap turun dari kapal ferry.

Hmm, karena kebetulan waktu sandar kapal ferry menjelang waktu matahari tenggelam (sunset) aku sempatkan untuk mengabadikan beberapa gambar matahari menjelang tenggelam dari atas kapal ferry. ^,^

menjelang sunset (1)
menjelang sunset (1)
menjelang sunset (2)
menjelang sunset (2)
menjelang sunset (3)
menjelang sunset (3)

Setelah selesai mengambil gambar, aku, si mbok dan si bungsu pun bergegas kembali ke mobil untuk bersiap-siap turun dari kapal ferry.

siap-siap kembali ke mobil (1)
siap-siap kembali ke mobil (1)
siap-siap kembali ke mobil (2)
siap-siap kembali ke mobil (2)

Yup, akhirnya kami pun turun dari kapal ferry dan mendarat di Pulau Jawa sekitar pukul 17.42 WIB dan siap melanjutkan kembali perjalanan darat menuju Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia, DKI Jakarta, hehehehe.

turun keluar dari kapal ferry
turun keluar dari kapal ferry

Setelah sempat berhenti sesaat di Rumah Makan Simpang Raya, Merak untuk buang air kecil, kami pun tiba di gerbang tol Merak sekitar pukul 17:58 WIB, di gerbang tol ini kita akan diberi 'kartu tol' oleh petugas sebagai tanda dan penentuan tarif tol di gerbang tol selanjutnya.

gerbang tol Merak
gerbang tol Merak

Sekitar pukul 18.30 WIB kami pun memutuskan berhenti sejenak di rest area (rest area pertama jika dari arah Merak) untuk menunaikan sholat maghrib, makan malam dan karena keasyikan kami pun baru melanjutkan perjalanan setelah menunaikan sholat isya, hehehehe.

Dan sekitar pukul 20.03 WIB kami pun tiba di gerbang tol Cikupa, di gerbang tol ini siapkan uang tunai Rp.41.500,- untuk membayar tol atau jika ada kartu tol elektronik bisa digunakan di gardu tol otomatis (GTO).

gerbang tol Cikupa
gerbang tol Cikupa
karcis tol Merak - Cikupa
karcis tol Merak - Cikupa

Setelah itu kita akan masuk lagi ke gerbang tol Karang Tengah, siapkan uang tunai Rp.5.500,- atau kartu tol elektronik (jika ada).

karcis tol Karang Tengah
karcis tol Karang Tengah

Kemudian kita akan menjumpai gerbang tol Tomang, kembali siapkan uang tunai Rp.9.000,- atau kartu tol elektronik (jika ada).

karcis tol Tomang
karcis tol Tomang

Karena kondisi jalan tol sangat ramai dan kondisi lalu lintas bisa dikatakan dalam kondisi padat merayap, akhirnya kami putuskan untuk keluar dari tol. Dan akhirnya sekitar pukul 22.30 WIB kami pun tiba di tempat tujuan kami, yaitu di sekitar Polsek Pulogadung, Jakarta Timur atau yang biasa disebut dengan 'Komseko Cipinang'.

Hmm, karena tempat tujuan kami adalah sebuah rumah yang terletak di dalam gang dan mobil tidak dapat masuk, apalagi tersedia garasi mobil atau tempat parkir mobil, setelah menurunkan si mbok dan si bungsu serta barang bawaan kami, aku pun kemudian memarkirkan mobilku di parkir darurat di tepi jalan sekitar Polsek Pulogadung. Kenapa aku sebut parkir darurat? Ya, karena kondisi parkir di sekitar sini seadanya dan beruntung malam ini kondisi parkir agak longgar, dalam artian masih ada tempat parkir yang tersedia, karena jika hari biasa kondisi parkir darurat di sekitar sini penuh. Sebagai informasi, jika ingin memarkirkan kendaraan di sekitar sini mintalah izin dengan warga sekitar atau 'penjaga parkir' di sekitar tempat tersebut, insya Allah kendaraan bisa anda tinggalkan dengan keadaan aman.

Polsek Pulogadung, Jakarta Timur
Polsek Pulogadung, Jakarta Timur
parkir darurat di sekitar Polsek Pulogadung, Jakarta Timur
parkir darurat di sekitar Polsek Pulogadung, Jakarta Timur

Hmm, oke deh, sampai di sini dulu perjalanan kali ini, selanjutnya saatnya bersih-bersih diri, kemudian merebahkan dan meluruskan badan setelah seharian berkendara. ^,^

5 comments: