January 31, 2017

Merawat Sepatu Futsal

Sepatu Futsal
Sepatu Futsal

Yup, pada tulisan kali ini aku akan memberi tahu dan berbagi pengalaman tentang cara merawat sepatu futsal. Hah, cewek kok main futsal? Hop oloh, sebetulnya sepatu ini lebih sering aku gunakan untuk mengajar praktikum di lapangan (outdoor), bermain bola voli dan juga jogging, hehehehe. Sepatu ini aku pilih karena secara keseluruhan bagian upper-nya menggunakan material kulit sintetis yang agak lentur dan tahan air. Juga karena bagian midsole sepatu ini tidak terlalu tinggi seperti sepatu khusus untuk jogging atau bermain bola voli.

Oke deh, untuk memulai perawatan terlebih dahulu siapkan peralatan dan perlengkapan yang diperlukan, yaitu:
  • sikat gigi bekas (gunakan yang bulu sikatnya halus)
  • lap kanebo
  • baskom atau tempat air
  • cairan cuci piring sunlight
  • air

peralatan dan perlengkapan
peralatan dan perlengkapan

Sebelum atau ketika sepatu akan digunakan, terlebih dahulu basahi bagian kulit luar sepatu dengan air, tetapi jangan sampai membasahi bagian dalam sepatu. Kemudian ratakan air menggunakan tangan dengan cara mengusap dan meremas-remas perlahan. Ini bertujuan agar kulit sepatu menjadi lebih lentur dan lebih mudah menyesuaikan dengan bentuk kaki kita. Gunakan air dingin atau air suhu kamar untuk sepatu dengan material kulit asli atau kulit sintetis, sementara gunakan air hangat apabila sepatu bermaterial bahan sintetis. Oh iya, sudah pada tahu dan mengerti kan bedanya antara kulit asli, kulit sintetis dan bahan sintetis? ^,^

Nah, apabila sepatu telah selesai digunakan ada baiknya sepatu tersebut langsung dibersihkan. Di sini kita dihadapkan pada dua kondisi, yaitu sepatu hanya perlu dibersihkan sekejap atau sepatu perlu dicuci. Jika sepatu hanya perlu dibersihkan sekejap atau sekali lewat, proses pembersihan cukup dilakukan dengan mengusap bagian luar sepatu dengan menggunakan lap kanebo basah, kemudian keringkan dengan lap kering. Setelah itu taruh di tempat sejuk atau diangin-anginkan untuk menghilangkan bau pada bagian dalam sepatu akibat keringat. Setelah kering dan baunya hilang, taruh sepatu di tempat penyimpanannya.

Apabila sepatu tersebut harus dicuci yang dikarenakan terlalu kotor atau sudah lama tidak dicuci, maka terlebih dahulu lepaskan tali sepatu. Tali sepatu bisa dicuci bersamaan dengan pakaian. Untuk mencuci sepatu siapkan peralatan berupa sikat gigi bekas, lap kanebo dan baskom sebagai wadah air, serta siapkan juga cairan cuci piring sunlight. Hmm, jika tidak tersedia cairan cuci piring bisa gunakan sabun cair. Yang perlu diingat adalah hindari penggunaan bubuk deterjen cuci pakaian, karena sifatnya panas.

Bagian pertama yang harus dibersihkan adalah bagian outsole atau bagian telapak sepatu. Gunakan sikat gigi bekas yang telah dilumuri cairan sunlight, kemudian gosok bagain outsole dengan rata sampai bersih. Setelah itu lakukan hal yang sama pada bagian midsole sepatu. Sementara untuk bagian upper atau bagian kulit luar sepatu cukup dibersihkan dengan cara mengusapnya dengan menggunakan lap kanebo basah yang telah diberi cairan sunlight. Kecuali ada bagian upper yang sangat kotor dan perlu disikat, sikatlah bagian yang kotor tersebut dengan menggunakan sikat gigi dengan perlahan sampai kotorannya hilang.

Setelah itu bilas seluruh bagian luar sepatu dengan air sampai bersih, kemudian usap dengan kanebo sampai kadar air di sepatu agak kering. Kemudian taruh sepatu di tempat yang sejuk, cukup diangin-anginkan dan jangan terkena sinar matahari secara langsung. Setelah kering dan bau akibat keringat hilang, taruhlah sepatu di tempat penyimpanannya. Hmm, apabila sepatu ditaruh di tempat tertutup seperti di dalam lemari atau di dalam kotak, bisa diberi silica gel atau kapur barus agak sepatu tidak berjamur, tidak bau dan tidak didekati oleh binatang seperti kecoa, cicak dan tikus. ^,^

*) Jika hanya digunakan untuk aktivitas ringan, sepatu cukup dicuci setiap seminggu sekali.

Artikel terkait:

No comments:

Post a Comment