April 5, 2016

Instalasi Telepon Rumah

Telepon Rumah
Telepon Rumah

Hari gini masih pakai telepon rumah? Hehehehe.

Ya, memang dengan munculnya telepon seluler atau telepon genggam atau handphone, telepon rumah berangsur mulai ditinggalkan oleh pelanggan terakhir perorangan atau end user. Tetapi tidak terjadi pada pelanggan jenis bisnis atau korporasi yang masih membutuhkan layanan telepon rumah sebagai fasilitas penunjang bisnisnya. Pada kesempatan kali ini aku akan coba menjelaskan bagaimana instalasi jaringan telepon rumah yang pada umumnya berada di lingkungan kita.

Hmm, secara umum instalasi jaringan telepon rumah di mulai dari perangkat yang dinamakan 'kotak terminal batas' atau sering disingkat dengan 'ktb', perangkat ini dapat dijumpai ditempel di dinding rumah jika berlangganan layanan telepon rumah dengan PT. Telkom. Dan perlu diketahui bahwa tanggung jawab petugas PT. Telkom hanya sampai ke perangkat ini apabila terjadi kerusakan, sementara perangkat-perangkat lainnya yang menuju ke pesawat telepon setelah perangkat ktb ini merupakan tanggung jawab pelanggan apabila terjadi kerusakan.

kotak terminal batas (ktb)
kotak terminal batas (ktb)

Jika penasaran bagaimana isi bagian dalam dari kotak terminal batas (ktb) silahkan lihat gambar di bawah ini, hehehehe.

bagian dalam ktb
bagian dalam ktb

Topologi jaringannya kira-kira seperti ini:

ktb  -->  kabel telepon (tanpa konektor rj11) -->  roset  -->  kabel telepon (dengan konektor rj11) --> pesawat telepon

Penampakan perangkatnya seperti gambar di bawah:

perangkat telepon rumah
perangkat telepon rumah

di mana:
  • Panah A adalah kabel telepon (tanpa konektor) yang menghubungkan ktb dengan roset. Secara umum menggunakan kabel cat-1 yang berisi 2 kabel, atau dalam instalasi perkantoran dipakai juga kabel isi 4 yang biasanya dalam jaringan terdapat perangkat pabx.
  • Panah B adalah roset.
  • Panah C adalah kabel telepon (dengan konektor rj11) yang menghubungkan roset dengan pesawat telepon.
  • Panah D adalah pesawat telepon.

Untuk instalasinya secara umum sangat mudah karena semua perangkat terhubung dengan cara tinggal colok (plug and play). Yang perlu diperhatikan adalah rangkaian pengkabelan pada roset. Pada roset terdapat 4 kabel yang berwarna merah, hijau, kuning dan hitam, tetapi pada jaringan telepon rumah sederhana yang dipakai hanya 2 kabel, yaitu kabel yang berwarna merah dan hijau. Jadi untuk menghubungkannya cukup sambungkan kabel telepon yang berasal dari ktb, hubungkan dan lilit masing-masing ujung kabel telpon ke sekrup pada roset yang berwarna merah dan hijau, kemudian kencangkan sekrupnya dan pasang kembali tutupnya.

roset dan pengkabelannya
roset dan pengkabelannya

Nah, apabila semua perangkat sudah terkoneksi dari ktb sampai pesawat telepon, coba angkat gagang telepon, apakah terdengar bunyi 'tuuuuuttt', khas bunyi line telepon rumah, jika terdengar coba lakukan panggilan ke luar, apabila dapat tersambung artinya instalasi jaringan telepon sudah dilakukan dengan benar. Dan apabila tidak terdengar bunyi 'tuuuuuttt' atau terdengar bunyi tetapi tidak jernih atau 'kreseeekk kreseeekk', artinya ada yang tidak beres pada instalasi jaringan telepon tersebut.


Sebagai catatan:
  • Ada baiknya di rumah kita memiliki cadangan perangkat berupa roset dan kabel telepon. Harganya tidak terlalu mahal, untuk roset hanya sekitar Rp.5.000,- dan kabel telepon harganya sekitar Rp.2.500,- per meter, dan untuk kabel jadi yang sudah ada konektor rj11-nya harganya sekitar Rp.5.000,- per meter, sementara untuk konektor rj11 bisa dibeli dengan harga Rp.1.000,- per pasang, tetapi sekarang keberadaan konektor rj11 sangat sulit ditemukan di toko. Alat-alat tersebut bisa dibeli di toko peralatan listrik dan sejenisnya.
  • Pengalaman di lapangan, apabila terjadi gangguan pada jaringan telepon di rumah kita, segera hubungi pusat layanan Telkom 147 untuk pengaduan. Tetapi untuk di beberapa kasus biasanya teknisi petugas Telkom responnya agak lambat karena pengaduan kita akan diproses sesuai nomor antrian. Sementara menunggu respon dari petugas telkom dan apabila ada waktu luang serta ada jiwa oprek-mengoprek (do it yourself, diy istilah kerennya), kita bisa melakukan pemeriksaan dengan cara melakukan pemeriksaan dimulai dari perangkat yang paling akhir, yaitu pesawat telepon, cara yang paling mudah adalah menggantinya dengan pesawat telepon cadangan atau untuk sementara pinjam pesawat telepon yang berfungsi baik. Jika sudah diganti pesawat telepon tetapi masih belum terdengar nada, kemudian periksa perangkat berikutnya, yaitu kabel yang menghubungkan pesawat telepon dengan roset, periksa apakah konektornya tersambung dengan benar, dan periksa kondisi kabel. Jika masih belum terdengar nada, coba ganti kabelnya. Kemudian apabila masih belum terdengar nada juga, periksa rosetnya, periksa apakah kabel-kabel yang terhubung di roset dalam kondisi baik. Jika masih belum terdengar nada juga, ganti rosetnya dengan roset baru. Jika masih belum terdengar nada juga, periksa kabel yang menghubungkan antara roset dengan ktb. Hmm, akan tetapi hal ini agak sulit untuk dilakukan karena biasanya alur kabel melalui tempat yang agak sulit dijangkau atau ada juga yang instalasinya tertanam di dalam tembok dinding atau di atas pelafon rumah. Hmm, lalu bagaimana cara mudahnya? Cara mudahnya adalah siapkan roset, pesawat telepon dan kabel telepon antara roset dengan pesawat telepon, kemudian bergegaslah menuju ktb. Caranya adalah dengan menghubungkan kabel telepon dari tiang telepon langsung ke roset, tanpa dihubungkan ke ktb terlebih dahulu. Jadi susunannya adalah sebagai berikut: kabel dari tiang telepon  -->  roset  -->  kabel telepon (dengan konektor rj11)  -->  pesawat telepon. Kemungkinannya, apabila telepon masih tidak bisa tersambung ke luar artinya memang sedang ada gangguan jaringan Telkom, dan yang dapat dilakukan adalah menunggu petugas Telkom datang ke rumah. Sementara apabila telepon bisa tersambung ke luar artinya ada yang tidak beres pada salah satu perangkat yang berada di instalasi kabel rumah (ikr), entah itu pada perangkat ktb atau pada kabel telepon yang menghubungkan ktb dengan roset.
  • Ada baiknya anda menyimpan nomor kontak petugas Telkom yang bertugas pada area sekitar rumah anda karena yang aku ketahui teknisi petugas Telkom bekerja per area, jadi ia bertanggung jawab untuk kelancaran jaringan telepon di area tersebut. Jadi apabila suatu saat telepon rumah kita mengalami gangguan, kita bisa langsung menghubunginya tanpa melalui layanan Telkom 147.

Artikel terkait:

6 comments:

  1. saya taunya methode coba-coba hihihihi

    ReplyDelete
  2. kurang kenceng aja ngaruh ke SNR margin kalo di Ind*h*m*

    ReplyDelete
  3. Nyetrum nggak kabel telepon? Mau ganti roset tp takut kesetrum

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe, tidak, selama tidak ada line/panggilan masuk ke nomor yang sedang diperbaiki.
      kalaupun nyetrum juga tidak terlalu berbahaya, cuma kaget saja.
      kalau mau aman atau takut, melilit atau melepas kabel di rosetnya gunakan tang jepit dan obeng, jangan lupa pakai alas kaki (kaki jangan langsung menyentuh lantai). ^,^

      Delete