September 11, 2015

Teori Belajar Dan Pembelajaran (2.5)

Hakikat Belajar Dan Pembelajaran

E. Prinsip-Prinsip Pembelajaran

Dalam melaksanalan pembelajaran agar dicapai hasil yang lebih optimal perlu diperhatikan beberapa prinsip pembelajaran. Prinsip pembelajaran dibangun atas dasar prinsip-prinsip yang ditarik dari teori psikologi terutama teori belajar dan hasil-hasil penelitian dalam kegiatan pembelajaran. Prinsip belajar bila diterapkan dalam proses pengembangan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran akan diperoleh hasil yang lebih optimal. Selain itu akan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan cara memberikan dasar-dasar teori untuk membangun sistem instruksional yang berkualitas tinggi.

Beberapa prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiran Fillbeck (1974) adalah sebagai berikut:
  1. Respons-respons baru diulang sebagai akibat dari respons yang terjadi sebelumnya. Implikasinya adalah perlunya pemberian umpan balik positif dengan segera atas keberhasilan atau respons yang benar dari siswa dan siswa harus aktif membuat respons, tidak hanya duduk diam dan mendengarkan saja.
  2. Perilaku tidak hanya oleh akibat dan respons, tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda di lingkungan pembelajaran secara jelas kepada siswa sebelum pelajaran dimulai agar siswa bersedia belajar lebih giat. Juga penggunaan berbagai metode dan media agar dapat mendorong keaktifan siswa dalam proses belajar.
  3. Perilaku yang ditimbulkan oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan. Implikasinya adalah pemberian isi pembelajaran yang berguna pada siswa di dunia luar ruangan kelas dan memberikan timbal balik (feedback) berupa penghargaan terhadap keberhasilan siswa. Juga siswa sering diberikan latihan dan tes agar pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang baru dikuasainya sering dimunculkan pula.
  4. Belajar yang berbentuk respons terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula. Implikasinya adalah pemberian kegiatan belajar kepada siswa yang melibatkan tanda-tanda atau kondisi yang mirip dengan kondisi dunia nyata. Juga penyajian isi pembelajaran perlu diperkaya dengan berbagai contoh penerapan apa yang telah dipelajarinya. Penyajian isi pembelajaran perlu mempergunakan berbagai media pembelajaran seperti gambar, diagram, film, rekaman audio-video, komputer serta berbagai metode pembelajaran seperti simulasi, dramatisasi, dan lain sebagainya.
  5. Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti yang berkenaan dengan pemecahan masalah. Implikasinya adalah perlu digunakan secara luas bukan saja contoh-contoh yang positif tapi juga yang negatif.
  6. Situasi mental siswa untuk menghadapi pelajaran akan mempengaruhi perhatian dan ketekunan siswa selama proses siswa belajar. Implikasinya adalah pentingnya menarik perhatian siswa untuk mempelajari isi pembelajaran, antara lain dengan menunjukkan apa yang akan dikuasai siswa setelah selesai proses belajar, bagaimana menggunakan apa yang dikuasainya dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana prosedur yang harus diikuti atau kegiatan yang harus dilakukan siswa agar mencapai tujuan pembelajaran dan sebagainya.
  7. Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik menyelesaikan tiap langkah akan membantu siswa. Implikasinya adalah guru harus menganalisis pengalaman belajar siswa menjadi kegiatan-kegiatan kecil disertai latihan dan balikan terhadap hasilnya.
  8. Kebutuhan memecah materi yang kompleks menjadi kegiatan kegiatan kecil dapat dikurangi dengan mewujudkannya dalam suatu model. Implikasinya adalah penggunaan media dan metode pembelajaran yang dapat menggambarkan materi yang kompleks kepada siswa seperti model, media, film, program video, komputer, drama, demonstrasi, dan lain-lain.
  9. Keterampilan tingkat tinggi (kompleks) terbentuk dari keterampilan dasar yang lebih sederhana. Implikasinya adalah tujuan pembelajaran harus dirumuskan dalam bentuk hasil belajar yang operasional. Demonstrasi atau model yang digunakan harus dirancang agar dapat menggambarkan dengan jelas komponen-komponen yang termasuk dalam perilaku/keterampilan yang kompleks itu.
  10. Belajar akan lebih cepat, efisien, dan menyenangkan bila siswa diberi informasi tentang kualitas penampilannya dan cara meningkatkannya. Urutan pembelajaran harus dimulai dari yang sederhana secara bertahap menuju kepada yang lebih kompleks, kemajuan siswa dalam menyelesaikan pembelajaran harus diinformasikan kepadanya.
  11. Perkembangan dan kecepatan belajar siswa sangat bervariasi, ada yang maju dengan cepat dan ada juga yang lebih lambat. Implikasinya adalah pentingnya penguasaan siswa terhadap materi prasyarat sebelum mempelajari materi pembelajaran selanjutnya, siswa mendapat kesempatan maju menurut kecepatannya masing-masing.
  12. Dengan persiapan siswa dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respons yang benar. Implikasinya adalah pemberian kemungkinan bagi siswa untuk memilih waktu, cara, dan sumber-sumber di samping yang telah ditentukan agar dapat membuat dirinya mencapai tujuan pembelajaran.

Berdasarkan pada sejumlah prinsip pembelajaran itu tadi, maka dapatlah kiranya disimpulkan bahwa penerapan prinsip-prinsip pembelajaran tersebut merupakan kegiatan yang kompleks, namun bila dilaksanakan dengan baik dan seksama diharapkan dapat tercipta kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien.

Di dalam buku Condition of Learning karangan Robert M. Gagne (1977) juga dikemukakan bahwa ada sembilan prinsip yang dapat dilakukan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, yaitu:
  1. Menarik perhatian (gaining attention), yaitu hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru, aneh, kontradiksi atau kompleks.
  2. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives), yaitu memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran.
  3. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall of prior learning), yaitu merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru.
  4. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus), yaitu menyampaikan materi-materi pembelajaran yang telah direncanakan.
  5. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance), yaitu memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik.
  6. Memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance), yaitu siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi.
  7. Memberikan timbal balik (providing feedback), memberitahukan seberapa jauh kecepatan performance siswa.
  8. Menilai hasil belajar (assessing performance), yaitu memberikan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran.
  9. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer), yaitu merangsang kemampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman, mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari.

No comments:

Post a Comment