September 10, 2015

Teori Belajar Dan Pembelajaran (2.1)

Hakikat Belajar Dan Pembelajaran

A. Pengertian Belajar, Ciri-Ciri Belajar, dan Mengapa Belajar?

Belajar merupakan sebuah proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak dari bayi sampai ke liang lahat. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar sesuatu adalah terjadinya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), serta yang menyangkut nilai dan sikap (afektif).

Ada beberapa perspektif para ahli tentang pengertian belajar, di antaranya Burton (1984) mengemukakan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku pada diri individu, karena adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Sementara Ernest R. Hilgard mendefinisikan belajar sebagai suatu proses perubahan kegiatan, reaksi terhadap lingkungan.

Selanjutnya H.C. Witherington menjelaskan pengertian belajar sebagai suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi berupa kecakapan, sikap, kebiasaan kepribadian atau suatu pengertian. Gagne dan Berliner mendefinisikan belajar sebagai suatu proses di mana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman.

Juga Harold Spears mengemukakan pengertian belajar dalam perspektifnya yang lebih detail, menurutnya belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu pada dirinya sendiri, mendengar dan mengikuti aturan. Sementara itu Singer (1968) mendefinisikan belajar sebagai perubahan perilaku yang relatif tetap yang disebabkan praktek atau pengalaman yang sampai dalam situasi tertentu. Selain itu Gagne (1977) pernah juga mengemukakan perspektifnya tentang belajar, menurutnya belajar adalah suatu perubahan perilaku yang relatif menetap yang dihasilkan dari pengalaman masa lalu ataupun dari pembelajaran yang bertujuan/direncanakan. Pengalaman diperoleh individu dalam interaksinya dengan lingkungan, baik yang tidak direncanakan maupun yang direncanakan, sehingga menghasilkan perubahan yang bersifat relatif menetap.

Belajar adalah sebuah proses yang kompleks yang di dalamnya terkandung beberapa aspek, yaitu:
  1. Bertambahnya jumlah pengetahuan.
  2. Adanya kemampuan mengingat dan mereproduksi.
  3. Ada penerapan pengetahuan.
  4. Menyimpulkan makna.
  5. Menafsirkan dan mengaitkannya dengan realitas.
  6. Adanya perubahan sebagai pribadi.
Dari beberapa perspektif pengertian tentang belajar tadi maka dapat disimpulkan bahwa belajar itu pada dasarnya adalah suatu aktivitas mental (psikis) yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan yang bersifat relatif konstan.

Sebagian kalangan mempertanyakan jika belajar ada korelasinya dengan perubahan, lalu apakah semua jenis perubahan merupakan hasil belajar? Jawabannya adalah tentu saja tidak semua perubahan tingkah laku itu dapat disebut belajar.

Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa seseorang dikatakan telah belajar kalau sudah terdapat perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tersebut terjadi sebagai akibat dari interaksi dengan lingkungan, tidak karena pertumbuhan fisik atau kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan. Kecuali itu perubahan tersebut haruslah bersifat permanen, tahan lama dan menetap, tidak hanya berlangsung sesaat saja.

Berdasarkan hal di atas, setidaknya belajar memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Ada kemampuan baru atau perubahan, yaitu kemampuan atau perubahan tingkah laku yang berupa pengetahuan, keterampilan, maupun nilai dan sikap. 
  2. Perubahan itu tidak berlangsung hanya sesaat saja, melainkan menetap atau dapat disimpan.
  3. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja, melainkan harus dengan usaha, perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.
  4. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik, atau kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan.
Eksistensi manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial meniscayakan dirinya untuk berusaha mengetahui sesuatu di luar dirinya, hal inilah yang kemudian dikenal dengan istilah belajar. Namun pertanyaannya mengapa manusia itu mau belajar? Setidaknya ada beberapa kecenderungan umum mengapa manusia itu mau belajar.

Pertama,
Ada semacam dorongan yang berupa rasa ingin tahu yang kuat pada diri seseorang. Dorongan sesuatu atau banyak hal itu biasanya diwujudkan oleh seseorang dengan munculnya sejumlah pertanyaan-pertanyaan.

Kedua,
Ada keinginan untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan di sekitarnya. Hal ini adalah faktor eksternal yang mampu mendorong manusia mau belajar, apalagi di era global saat ini yang meniscayakan pentingnya kemampuan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut.

Ketiga,
Meminjam istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari oleh kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri, Untuk memenuhi kebutuhan itulah kemudian manusia ingin belajar.

Keempat,
Untuk melakukan penyempurnaan dari yang sudah diketahuinya, maka hal ini biasanya dilakukan untuk menambah wawasan seseorang.

Kelima,
Untuk mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya, ternyata tidak semua orang begitu mudah untuk melakukan sosialisasi, apalagi beradaptasi dengan lingkungannya. Oleh sebab itu sebagian orang yang khusus mau belajar  karena adanya kepentingan untuk bersosialisasi dan beradaptasi tersebut.

Keenam,
Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri. Intelektualitas adalah modal penting untuk berkompetisi di zaman yang penuh kompetisi ini, selain itu ada tidak sedikit orang yang merasakan bahwa potensi dirinya belum tergali karena itu dia mau belajar.

Ketujuh,
Untuk mencapai cita-cita, sebagian manusia yang membutuhkan aktualisasi diri, maka cita-cita adalah hal lain yang mampu mendorong seseorang mau belajar, hampir dapat dipastikan cita-cita terlebih dahulu.

Kedelapan,
Sebagian orang ada yang mau belajar hanya karena untuk mengisi waktu luang. Hal ini terjadi karena adanya waktu luang yang belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh orang tersebut dan untuk mengisi waktu luangnya dan digunakan untuk belajar sesuatu yang dinilainya bermanfaat.


Bersambung ke: Teori Belajar Dan Pembelajaran (2.2)

No comments:

Post a Comment